AcehACEH TENGAHBerita

Jurnalis Aceh Barat Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Pesantren Aceh Tengah

×

Jurnalis Aceh Barat Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Pesantren Aceh Tengah

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah, Satupena.co.id – Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Jurnalis Aceh Barat (JAB) dengan menyalurkan bantuan kepada puluhan warga Desa Jamur Konyel yang terdampak banjir bandang dan longsor. Para penyintas tersebut saat ini mengungsi di Dayah Mi’yarul Ulum Al Aziziyah, Desa Tebuk, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (11/1/2026).

Bantuan yang diserahkan berupa beras, mi instan, minyak goreng, serta pakaian baru dan pakaian bekas layak pakai. Meski nilainya tidak besar, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi yang telah lebih dari sebulan bertahan di lokasi pengungsian.

Ketua JAB, Khaidir Azhar, menyampaikan bahwa kehadiran para jurnalis bukan semata membawa bantuan, tetapi juga sebagai bentuk keberpihakan dan empati kepada warga terdampak bencana.

Baca juga Artikel ini :  Warga Dua Desa di Aceh Timur Keluhkan Tak Ada Sinyal, Desak Pembangunan Menara Telekomunikasi

“Bantuan ini memang tidak seberapa, namun keberpihakan jurnalis kepada masyarakat yang tertimpa musibah adalah tujuan utama kami datang dari Meulaboh. Bencana ini adalah cobaan, dan insyaallah ada hikmah besar di baliknya,” ujar Khaidir.

Ia menegaskan, JAB akan terus mengawal penanganan pascabencana oleh pemerintah agar kebutuhan dasar para penyintas dapat terpenuhi secara layak. Khaidir juga mengingatkan bahwa bencana serupa pernah dialami masyarakat Aceh Barat saat gempa dan tsunami 2004 silam.

“Penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Aceh Tengah hari ini pernah kami rasakan di Aceh Barat. Karena itu, empati dan solidaritas ini menjadi panggilan nurani,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pengungsi, Mardiana, tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian para jurnalis.
“Kami akan bertahan. Terima kasih sudah datang ke sini mengantarkan bantuan,” ucapnya lirih.

Baca juga Artikel ini :  Curhat Bersama Masyarakat Kampung Reramal, Ini Keluhan Dan Pertanyaan Kepada Polisi Aceh Tengah

Mardiana menjelaskan, para pengungsi merupakan warga yang selamat dari banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 27 November 2025. Dari total 25 kepala keluarga atau 94 jiwa, mayoritas pengungsi adalah ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, lansia, anak-anak, serta kaum perempuan.

“Kami sangat membutuhkan perlengkapan bayi dan anak sekolah. Saat bencana terjadi, ada ibu hamil yang akhirnya melahirkan di sini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ayu, seorang ibu yang baru satu bulan melahirkan di lokasi pengungsian. Ia menceritakan bagaimana para ibu hamil harus ditandu dan dikawal melewati medan sulit menuju pesantren yang menjadi tempat pengungsian.

Baca juga Artikel ini :  Pemuda Samar Kilang Gelar Pawai Obor Meriahkan Malam Takbir Idul Fitri 1446 Hijriah

“Rumah kami terisolasi di seberang gunung. Tempat ini yang paling dekat dan aman bagi kami,” ujarnya.

Meski diterima dengan baik oleh pihak pesantren, para pengungsi mengaku tidak tega membebankan kebutuhan pangan dan biaya listrik kepada pengelola dayah.

“Kami mohon pemerintah bisa membantu, terutama untuk biaya listrik dan kebutuhan dasar lainnya. Kami tidak ingin memberatkan pesantren tempat kami menumpang,” harap Ayu.

Kehadiran Jurnalis Aceh Barat di lokasi pengungsian menjadi penguat moral bagi para penyintas, sekaligus pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian masih terus hidup di tengah duka bencana.

Hayo mau copy paste ya