AcehACEH TENGAHBerita

Dana Terkumpul, Pelatihan Belum Jalan: Gonjang-Ganjing Life Skill Koperasi Merah Putih di Aceh Tengah

×

Dana Terkumpul, Pelatihan Belum Jalan: Gonjang-Ganjing Life Skill Koperasi Merah Putih di Aceh Tengah

Sebarkan artikel ini
Poto: Google Ilustrisi IA

Aceh Tengah –Satupena.co.id:  Gonjang-ganjing isu kegiatan pelatihan life skill Koperasi Merah Putih di Kabupaten Aceh Tengah kian menjadi perbincangan di kalangan sejumlah aparatur kampung. Program yang direncanakan sejak 2025 itu hingga memasuki tahun anggaran 2026 belum juga terlaksana, sementara dana partisipasi dari puluhan desa disebut telah lebih dulu terkumpul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 58 desa mempertanyakan kejelasan pelaksanaan pelatihan tersebut. Program ini sebelumnya diklaim bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan pengurus koperasi dalam pengelolaan usaha serta memperkuat ekonomi berbasis desa.

Baca juga Artikel ini :  Dandim 0106/Aceh Tengah Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Prajurit

Dari total 58 desa yang ikut, masing-masing telah menyetorkan sejumlah dana sebagai biaya keikutsertaan. Setoran itu disalurkan melalui Ketua Forum Reje Aceh Tengah untuk kemudian dikelola dalam pelaksanaan kegiatan.

Namun hingga 28 Februari 2026, belum ada pemberitahuan resmi terkait jadwal pelaksanaan lanjutan maupun kejelasan teknis kegiatan dimaksud.

Ketua Forum Reje Aceh Tengah, Abdul Wahid, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp beberapa waktu lalu menjelaskan dalam bahasa daerah, “Manea aturen bulen 12 tangal 3 kite laksanakan,” yang berarti sebelumnya telah diatur pada 3 Desember untuk dilaksanakan.

Baca juga Artikel ini :  Rutan Cipinang Terima Manfaat Langsung dari Inkopasindo untuk Kesejahteraan Pegawai

Namun, sambungnya, kegiatan tersebut terpaksa ditunda. “Geh bencana ke turah tunda,” ujarnya, merujuk pada kondisi bencana yang mengharuskan agenda ditangguhkan.

Ia juga menegaskan tidak seluruh desa di Aceh Tengah mengikuti program tersebut. “Hanya 58 desa yang baru ikut, karena dana desa banyak terpangkas pada tahun 2025. jelasnya.

Abdul Wahid menambahkan, rencana pelaksanaan kembali pelatihan akan dibahas usai Hari Raya Idulfitri. “Habis hari raya Idulfitri kita akan lanjutkan kembali program pelatihan itu. Dan itu pun kita kembalikan dengan musyawarah para kepala kampung,” katanya.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Jaya Gencarkan Operasi Malam: Pastikan Keamanan Warga di Titik Rawan

Kendati demikian, sejumlah aparatur kampung berharap ada kepastian waktu dan transparansi teknis pelaksanaan, mengingat dana partisipasi telah disetorkan sejak tahun lalu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan terkait skema pengelolaan dana maupun rincian penggunaan anggaran program tersebut.

( Onot .P )