Silih Nara- Satupena.co.id: Sebagai bentuk dukungan TNI AD terhadap program prioritas pemerintah, jajaran Babinsa Koramil 08/Silih Nara terus berperan aktif dalam memastikan perencanaan pembangunan infrastruktur berjalan optimal. Upaya ini mencakup perencanaan teknis yang akurat, komunikasi intensif dengan masyarakat, hingga langkah nyata dalam mengatasi keterisolasian desa.
Sertu Bachtiar Efendi dan Koptu Zaini selaku Babinsa Koramil 08/Silih Nara mendampingi lima personel Yonzipur 16/DA Dam IM yang dipimpin Letda CZI Caraka melaksanakan survei terhadap jembatan yang rusak akibat banjir bandang pada November 2025 lalu. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni Desa Terangengon dan Desa Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (26/04/2026).
Sertu Bachtiar Efendi menjelaskan bahwa pendampingan tersebut meliputi peninjauan kondisi medan, pengukuran lebar dan kedalaman sungai, serta akses jalan menuju lokasi. Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa rencana pembangunan jembatan nantinya memenuhi standar keamanan dan memiliki ketahanan jangka panjang.
“Kami mendampingi personel Yonzipur 16/DA Dam IM dalam melakukan peninjauan lokasi, pengukuran dimensi jembatan dan sungai, serta pembahasan rencana teknis pelaksanaan pembangunan,” ujar Bachtiar.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan ini nantinya sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti akses anak sekolah, mobilitas petani, hingga distribusi hasil pertanian.
Sementara itu, Danramil 08/Silih Nara Kapten Inf Subekti menegaskan bahwa pembangunan jembatan penghubung antar desa menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat. Jembatan tersebut direncanakan menghubungkan Desa Terangengon dengan Desa Mulie Jadi, serta Desa Remesen dengan Paya Beke.
Menurutnya, koordinasi antara TNI, pemerintah desa, dan seluruh pihak terkait sangat diperlukan agar proses pembangunan dapat berjalan aman, efektif, dan tepat sasaran.
“Dengan adanya kegiatan survei ini, diharapkan pembangunan jembatan penghubung antar desa dapat segera direalisasikan. Ini akan menjadi solusi atas kebutuhan infrastruktur masyarakat sekaligus mendorong peningkatan perekonomian warga,” pungkasnya.













