ACEHBerita

Jamaluddin Idham Kenang Perjuangan Syekh Khalilullah, Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Ulama

36
×

Jamaluddin Idham Kenang Perjuangan Syekh Khalilullah, Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Ulama

Sebarkan artikel ini

Simeulue – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Jamaluddin Idham berziarah ke akam Teungku Diujung atau Syekh Khalilullah di Gampong Latak Ayah, Kecamatan Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue, Aceh, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Jamaluddin disambut hangat oleh Camat Simeulue Cut, jajaran Polsek Simeulue Cut, jajaran Koramil Simeulue Cut, para kepala desa dari delapan desa di kecamatan setempat, serta masyatakat dan santri.

Kunjungan berlangsung dalam suasana khidmat. Jamaluddin bersama rombongan memanjatkan doa dan mengenang perjuangan Syekh Khalilullah, salah satu ulama yang memiliki jejak penting dalam sejarah penyebaran Islam di Simeulue.

Baca Juga  Kawal Aspirasi HMI, Polres Aceh Tengah Kedepankan Pengamanan Humanis

Syekh Khalilullah dikenal masyarakat sebagai ulama sufi dan tokoh yang berjasa besar dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Simeulue. Hingga kini, makam beliau tetap menjadi salah satu tempat yang dihormati dan dikunjungi masyarakat sebagai bagian dari warisan sejarah dan spiritual daerah.

“ Berziarah ke makam ulama seperti Syekh Khalilullah bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Ini juga menjadi pengingat bagi kita bahwa kehidupan masyarakat hari ini dibangun dari perjuangan, ilmu, dan keteladanan para ulama terdahulu,” ujar Jamaluddin.

Menurutnya, sejarah dan warisan para ulama harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak terputus dari akar budaya dan keagamaan daerah.

Baca Juga  Marpangir di Pantai Pakkodian, Pemkab Toba Dorong Warisan Leluhur Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

“Jangan sampai generasi kita maju dalam pembangunan, tetapi kehilangan hubungan dengan sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan para ulama. Ilmu, akhlak, dan keteladanan mereka harus terus kita jaga,” katanya.

Jamaluddin juga menilai keberadaan makam Syekh Khalilullah perlu terus dirawat sebagai bagian dari identitas Simeulue. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menjaga sejarah, budaya, dan nilai spiritual masyarakat.

Kehadiran camat dan kepala desa dari delapan desa dalam ziarah tersebut, menurut Jamaluddin, menjadi bentuk kebersamaan dalam menjaga warisan sejarah dan nilai keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Baca Juga  Ivan Setiady Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum UPH dengan Predikat Summa Cum Laude

“ Warisan ulama seperti ini adalah milik kita bersama. Menjaganya bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh generasi,” ujarnya.

Jamaluddin berharap makam Syekh Khalilullah dapat terus menjadi ruang untuk mengenang sejarah, memperkuat nilai keagamaan, serta mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menghormati jasa para ulama.

“ Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari perjuangan beliau. Ulama mungkin telah tiada, tetapi ilmu, doa, dan keteladanannya tetap hidup di tengah masyarakat,” tutup Jamaluddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *