Sampit-Satupena.co.id: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, semakin tidak terkendali dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari paparan asap beracun, ngepung dalam kota Sampit.Senin (10/08)
Titik api terus meluas di Kotawaringin Timur, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, lonjakan hotspot atau titik api naik drastis, dalam sehari ratusan titik api muncul, menyebar di beberapa kecamatan.
Kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur, semakin tidak terkendali, titik api bermunculan dan menyebar di beberapa wilayah di beberapa kecamatan. Api muncul tidak hanya di siang hari tapi juga malam hari bahkan kebakaran ada yang mendekati pemukiman warga.
Tim gabungan satgas karhutla, kewalahan untuk memadamkan api, selain luasnya lahan yang terbakar, juga karena sulitnya mendapatkan air.
Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur, telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan, sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla, Rihel, mengatakan bahwa : “hari ini Senin (10/08) ada 204 titik hotspot yang muncul, sementara jumlah luasan yang terbakar mencapai 340 hektar lahan terhitung sejak periode Januari hingga Agustus.”
“Setidaknya ada hampir 4.000 warga, di 24 puskesmas, dua (2) rumah sakit pertama, dan satu (1) rumah sakit besar, yang memeriksakan kesehatannya, baik ganguan pernafasan, batuk dan iritasi mata,” tambahnya.
Imbas dari kebakaran hutan dan lahan berdampak pada munculnya asap, menyebar dan mengepung dalam kota Sampit, dengan bau menyengat, membahayakan bagi kesehatan manusia.
Seperti yang disampaikan warga, Bambang Nugroho, bahwa; “kabut asap karhutla menimbulkan bau menyengat, susah bernafas, bahkan mata terasa perih. Kabut asap sering muncul di pagi hari dan menipis menjelang siang hari.”
Upaya pemadaman karhutla terus dilakukan baik pemadaman di darat oleh tim gabungan satgas karhutla Kotawaringin Timur, maupun pemadaman melalui udara dengan menggunakan helikopter water bombing Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (Mex)















