BeritaSUMATERA UTARA

Satma Satgas Inti Prabowo Soroti Pelayanan BPJS dan UHC di Sumut, Minta Evaluasi Total

×

Satma Satgas Inti Prabowo Soroti Pelayanan BPJS dan UHC di Sumut, Minta Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini

Padly Husein: Rakyat Kecil Jangan Terus Menjadi Korban Lambannya Sistem Pelayanan Kesehatan

Medan, Satupena.co.id : Satuan Mahasiswa (Satma) Satgas Inti Prabowo menyampaikan keprihatinan serius terhadap pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan dan program Universal Health Coverage (UHC) di Sumatera Utara yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Menurut organisasi tersebut, program yang bertujuan menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu, masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan. Berbagai keluhan yang diterima menunjukkan masih adanya pasien yang harus menunggu berjam-jam bahkan hingga seharian untuk memperoleh ruang rawat inap, meski kondisi medis telah dinyatakan membutuhkan penanganan segera. Rabu (5/8/2026).

Selain persoalan keterbatasan ruang rawat inap, masyarakat juga mengeluhkan alur pelayanan yang dinilai kurang efisien, pemeriksaan administrasi yang berulang, serta lambatnya respons dalam penanganan medis. Kondisi tersebut memunculkan anggapan di tengah masyarakat bahwa pelayanan terhadap pasien BPJS dan UHC belum sepenuhnya setara dengan pasien umum.

Baca juga Artikel ini :  Pemko Langsa Gelar Pasar Murah Jelang Idul Adha 1447 H, Tekan Inflasi dan Bantu Warga

Ketua Satma Satgas Inti Prabowo, Padly Husein, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi dan tidak boleh dibedakan dalam bentuk apa pun.

Menurutnya, rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, memiliki kewajiban memberikan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, dan tanpa diskriminasi kepada seluruh pasien.

“Kami melihat persoalan ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi menyangkut sistem pelayanan yang harus dibenahi secara serius. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi pihak yang paling dirugikan akibat lemahnya pelayanan kesehatan,” tegas Padly Husein.

Baca juga Artikel ini :  Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Penyambutan Kapolres Humbang Hasundutan

Ia juga menyoroti adanya sejumlah kasus yang dilaporkan masyarakat, di mana keterlambatan penanganan medis diduga menyebabkan kondisi pasien memburuk bahkan berujung pada kematian. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan agar tidak terus berulang.

Atas dasar itu, Satma Satgas Inti Prabowo mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan, di antaranya:

Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan BPJS dan UHC di seluruh rumah sakit di Sumatera Utara.

Meningkatkan pengawasan oleh Dinas Kesehatan dan instansi terkait terhadap mutu pelayanan rumah sakit.

Mewujudkan transparansi sistem pelayanan, khususnya mengenai antrean pasien dan ketersediaan ruang rawat inap.

Baca juga Artikel ini :  Bupati Samosir Spaikan Selamat Atas Pelantikan Angota DPRDMian Fidelis Malau

Memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai atau mengabaikan hak-hak pasien.

Sementara itu, Pembina Satma Satgas Inti Prabowo, Bunda Kumala, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan pelayanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Ia juga mengajak mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan rakyat agar turut mengawal upaya perbaikan sistem pelayanan kesehatan sehingga dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

“Negara harus hadir secara nyata. Pelayanan kesehatan bukan sekadar program, tetapi merupakan wujud tanggung jawab negara terhadap seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, setiap warga negara berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi,” tutup Bunda Kumala.

(Ade Saputra)

Hayo mau copy paste ya