Aceh Tamiang- Satupena.co.id: Sebuah tonggak penting dalam pemulihan infrastruktur daerah pascabencana tercatat di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Kampung Bandar Mahligai dengan Kampung Sekerak Kiri, Senin (11/5/2026).
Peresmian jembatan ditandai dengan prosesi adat peusijuek dan pemotongan pita sebagai simbol mulai difungsikannya fasilitas tersebut. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten dan staf ahli bupati, kepala SKPK, unsur Forkopimcam, datok penghulu, tokoh agama, serta ratusan warga.
Pembangunan jembatan ini menjadi solusi atas terputusnya akses utama warga akibat banjir bandang pada November 2025 lalu. Sebelumnya, sebanyak 893 kepala keluarga di dua kampung tersebut harus menyeberangi Sungai Tamiang menggunakan perahu dengan risiko tinggi atau menempuh jalur alternatif yang jauh dan memakan waktu lama.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Darat dan relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kebersamaan dan kemajuan masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung wilayah, tetapi juga penguat persatuan dan semangat kebangkitan masyarakat Aceh Tamiang. Manfaatnya sangat besar, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan warga,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan. Dengan akses yang lebih mudah, aman, dan cepat, distribusi hasil pertanian ke pasar diharapkan semakin lancar dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia turut mengimbau masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana.
“Pasca banjir bandang, akses antar desa terputus total. Sesuai instruksi pimpinan, kami bergerak cepat dan berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan sepanjang 280 meter dengan lebar 1,2 meter dalam waktu sekitar tiga bulan,” jelasnya.
Jembatan gantung tersebut dibangun melalui kolaborasi antara Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25 Siwah Lhoksukon, Yon TP 853 Pedawa Idi Aceh Timur, serta mitra kemanusiaan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dalam pemulihan daerah pascabencana.
Kini, Jembatan Gantung Perintis Garuda berdiri kokoh di atas Sungai Tamiang, menjadi simbol kebangkitan sekaligus harapan baru bagi masyarakat Kecamatan Sekerak dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan lancar. ( D. Yogi. S ).













