Pidie –Satupena.co.id: Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pidie diserbu warga dalam beberapa hari terakhir. Membludaknya masyarakat tersebut dipicu oleh kebijakan baru Pemerintah Aceh terkait program layanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), khususnya dalam penyesuaian data pekerjaan.
Kepala Disdukcapil Pidie, Baihaqi, mengungkapkan bahwa setiap harinya pihaknya melayani ratusan warga yang mengurus perubahan data pekerjaan pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Setiap hari petugas melayani ratusan lebih warga, khususnya terkait perubahan data pekerjaan di KTP,” kata Baihaqi saat dikonfirmasi salah satu media online, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan permohonan tersebut mulai terjadi sejak dibukanya penyesuaian desil dalam program JKA. Kondisi ini membuat petugas harus bekerja ekstra guna memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.
Menurut Baihaqi, tingginya jumlah permohonan berdampak langsung pada ketersediaan blangko KTP. Hingga saat ini, lebih dari 5.000 blangko telah digunakan untuk memenuhi permintaan warga yang melakukan perubahan data.
“Hingga hari ini sebanyak 5.000 lebih blangko KTP telah habis untuk perubahan data pekerjaan, sebagaimana permintaan warga,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa stok blangko KTP saat ini mulai menipis akibat tingginya permintaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah mengajukan permintaan penambahan blangko ke pemerintah pusat.
Sementara menunggu ketersediaan blangko baru, Disdukcapil Pidie mengambil langkah sementara dengan memberikan surat keterangan kepada warga yang telah mengajukan perubahan data.
“Jika ada warga yang mengajukan perubahan data pekerjaan, untuk sementara kita berikan surat keterangan dulu,” pungkas Baihaqi.
(SrNTv)









