Aceh

M. Yunus Luttar Tulis Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Asal Dataran Tinggi Gayo

×

M. Yunus Luttar Tulis Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Asal Dataran Tinggi Gayo

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah- satupena.co.id

M. Yunus Luttar tulis buku biografi M. Affan Hasan. “Alhamdulillah, naskahnya sudah rampung dan sudah selesai dilayout juga. Dummy juga sudah dikirim pihak penerbit. Sedang dibaca dummynya, termasuk oleh pihak keluarga,” kata M. Yunus Luttar, melalui pesan Whatsapp, Selasa (21/4/2026).

Buku dengan judul “Mengenang M. Affan Hasan: Sosok Profesional, Amanah, dan Istikamah” yang dieditori Yusradi Usman al-Gayoni (Diaspora Indonesia-Inggris di London) mengetengahkan perjalanan hidup M. Affan Hasan, yang semasa hidupnya, selain aktif sebagai aktivis saat mahasiswa, juga sempat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Takengon, pejabat teras di Kementerian Kebudayaan RI, dan pernah ditugaskan sebagai Atase Kebudayaan RI di Cairo, Mesir. Bersama Drs. Thantawy R dan Drs. Kamaluddin M, M. Affan Hasan juga menulis buku “Kesenian Gayo dan Perkembangannya (1980).”

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Kuala Simpang Pimpin Warga Bersihkan Sisa Lumpur Pascabanjir

“Banyak pemikiran, hal positif, ketauladanan, pelajaran, dan hikmah yang bisa kita ambil dari sosok M. Affan Hasan. Termasuk, perhatian dan kontribusinya buat tanah kelahirannya, Dataran Tinggi Gayo dan kemajuan orang Gayo di masanya. Di mata saya, beliau merupakan sosok yang sangat profesional, amanah, dan istikamah. Juga, perhatian dan kontribusinya terhadap Tanoh Tembuni dan kemajuan urang Gayo, luar biasa,” sebut Aman Gele, yang sekaligus alumnus II SMA Negeri 1 Takengon (tamat tahun 1961).

Baca juga Artikel ini :  Pemko Langsa Salurkan Bantuan Rumah Rusak Tahap I untuk 983 KK Melalui Rekening BSI

Dijelaskannya, di samping ungkapan terima kasih kepada guru dan kepala sekolahnya itu, penulisan biografi M. Affan Hasan dilatari pula oleh penghargaannya kepada almarhum yang sudah berbuat, berkarya, dan berkontribusi buat Tanoh Tembuni, urang Gayo, bangsa, dan negara. “Terlebih biografi atau autobiografi orang Gayo, masih sangat sedikit sekali. Paling tidak, buku ini bisa menambah kekayaan buku tokoh Gayo serta menguatkan literatur dan literasi Gayo secara keseluruhan,” tegasnya.

Baca juga Artikel ini :  BenQ dan Datascrip Perkuat Transformasi Pengadaan Digital Berbasis Produk Lokal di Aceh

Mudahan-mudahan, dilanjutkan penulis buku “37 Tahun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Jakarta,” “Mengikuti beberapa catatan tentang organisasi ‘Urang Gayo’ di Jakarta,” dan biografi M. Hasan Gayo “Haji Muhammad Hasan Gayo: komandan bambu runcing dan mas kluyur” itu, buku terbarunya tersebut bisa segera terbit.

“Ditargetkan, bulan depan (Mei), sudah terbit, selesai cetak, dan beredar di tengah-tengah masyarakat Indonesia, insyaAllah. Tebal buku ini kurang lebih 295-300-an halaman. Ukuran A5,” tutup penulis berusia 84 tahun tersebut yang saat ini berdomisili di Jakarta.

Hayo mau copy paste ya