Bener Meriah –Satupena.co.id: Aktivitas Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, masih berada pada Level II (Waspada) berdasarkan hasil evaluasi terbaru dari , Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Laporan yang diterbitkan pada 20 April 2026 tersebut merupakan hasil pemantauan aktivitas gunung api selama periode 1 hingga 15 April 2026. Dalam laporan itu disebutkan, secara visual kondisi kawah Gunung Bur Ni Telong umumnya terlihat jelas, meski terkadang tertutup kabut. Selama periode tersebut tidak teramati adanya asap kawah yang signifikan. Cuaca di sekitar gunung bervariasi, mulai dari cerah hingga hujan, dengan suhu udara berkisar antara 16 hingga 27 derajat Celsius.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan Gunung Bur Ni Telong masih didominasi oleh gempa vulkanik dalam. Tercatat sebanyak 85 kali gempa vulkanik dalam, 4 kali gempa tektonik lokal, dan 27 kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan.
Pada bagian evaluasi, Badan Geologi menyebutkan bahwa aktivitas kegempaan tidak menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, jumlah gempa vulkanik dalam masih berada di atas normal dengan rata-rata sekitar lima kejadian per hari. Fluktuasi grafik tiltmeter yang cenderung mendatar juga mengindikasikan belum adanya akumulasi tekanan magma yang besar.
Meski relatif stabil, potensi bahaya tetap ada. Ancaman yang mungkin terjadi antara lain erupsi yang dapat dipicu oleh aktivitas gempa tektonik di sekitar wilayah tersebut. Selain itu, potensi erupsi freatik juga dapat terjadi tanpa didahului peningkatan aktivitas yang signifikan.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya lain berupa emisi gas vulkanik di area sekitar kawah, khususnya di lokasi solfatara dan fumarola. Gas berbahaya tersebut dapat mengancam keselamatan apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi.
Berdasarkan hasil analisis menyeluruh, menetapkan status aktivitas Gunung Bur Ni Telong tetap pada Level II (Waspada).
Sehubungan dengan status tersebut, masyarakat, pengunjung, dan pendaki diimbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius 3 kilometer. Selain itu, aktivitas di sekitar area fumarola dan solfatara agar dihindari, terutama saat cuaca mendung atau hujan yang berpotensi meningkatkan konsentrasi gas berbahaya.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Bur Ni Telong serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk memantau perkembangan aktivitas gunung secara berkala.
Informasi terbaru terkait aktivitas gunung api di Indonesia dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah, termasuk situs PVMBG dan aplikasi Magma Indonesia.
Badan Geologi menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong akan terus dievaluasi secara berkala, dan masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.












