Aceh Tengah –satupena.co.id
Polemik pendataan rumah warga korban banjir hidrometeorologi di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, menuai sorotan. Sejumlah warga di Kampung Pantan Nangka mengaku rumah mereka terdampak, namun tidak tercantum dalam data resmi penerima bantuan.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Aharuddin, mempertanyakan proses pendataan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menyampaikan keluhan terkait rumah milik Padli Wahuda di Dusun Binje, Pantan Nangka, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir, namun tidak masuk dalam daftar korban terdampak.
“Rumah kami rusak, bahkan bagian teras hanyut terbawa arus saat banjir pada 26 November 2025 lalu. Tapi anehnya tidak masuk dalam data korban. Ini yang kami pertanyakan, di mana letak kesalahannya,” ujar Aharuddin, Senin (20/04/2026).
Menurutnya, ketidakterdataan tersebut berpotensi merugikan warga karena dapat menghilangkan hak untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Ia meminta instansi terkait, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, agar bekerja secara profesional dan mengedepankan fakta di lapangan.
Aharuddin juga menyoroti dugaan ketidaksinkronan data antara pemerintah desa dengan pihak Perkim dan BPBD. Ia menilai proses verifikasi data rumah rusak terkesan amburadul dan tidak akurat.
“Kami berharap ada verifikasi ulang secara langsung ke lapangan. Jangan sampai data yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, karena ini menyangkut hak masyarakat yang terdampak bencana,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejumlah rumah warga lainnya juga mengalami kerusakan akibat lumpur banjir, namun belum seluruhnya terakomodasi dalam pendataan resmi. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa proses pendataan dan verifikasi belum berjalan optimal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk melakukan pendataan ulang secara transparan dan akuntabel, agar bantuan dapat disalurkan secara adil kepada seluruh korban yang benar-benar terdampak.












