Aceh Tengah- Satupena.co.id: Pembangunan jembatan modular (Bailey) di wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus berjalan meski masih dalam tahap awal. Hingga Minggu (5/4/2026), progres pengerjaan jembatan tersebut tercatat baru mencapai 2 persen.
Jembatan dengan panjang sekitar 50 meter ini dibangun untuk menghubungkan sejumlah desa, yakni Desa Owaq, Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, hingga Desa Reje Payung. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat di kawasan tersebut.
Pembangunan jembatan menggunakan material dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan tipe modular Bailey, yang dikenal efektif untuk percepatan pembangunan di wilayah terpencil maupun terdampak bencana.
Saat ini, kegiatan di lapangan masih difokuskan pada penurunan material tahap kedua serta perambuan lokasi pekerjaan. Proses ini menjadi bagian penting dalam persiapan konstruksi sebelum memasuki tahap pembangunan utama.
Dalam pelaksanaan proyek, personel yang terlibat terdiri dari satu anggota Koramil 05/Linge, Serda Tri Jatmiko, serta lima personel Zeni TNI AD (ZIDAM Iskandar Muda) yang dipimpin oleh Letda Czi Saifullah. Selain itu, partisipasi masyarakat setempat juga terlihat dengan keterlibatan dua orang warga dalam membantu proses pekerjaan.
Meski masih berada di tahap awal, pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung pada April 2026. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya kendala berarti di lapangan.
Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas warga serta distribusi barang dan hasil pertanian dapat meningkat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Linge.
Demikian laporan perkembangan pembangunan jembatan tersebut disampaikan, dan pelaksanaan selanjutnya masih menunggu arahan lebih lanjut dari komando atas.














