Aceh Tamiang –Satupena.co.id: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama pemerintah pusat dan provinsi terus mempercepat penanganan dampak bencana hidrometeorologi melalui pengerahan Satuan Tugas Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Gelombang III.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, didampingi Wakil Bupati Ismail, SE.I, turut mendampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, dalam Apel Pembukaan Gelombang III Satgas IPDN yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Halaman Istana Benua Raja, Sabtu (4/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Armia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan keterlibatan para praja IPDN dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kehadiran praja IPDN sangat membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa penugasan praja IPDN dibagi dalam tiga gelombang dengan fokus berbeda. Gelombang I difokuskan pada pembersihan kawasan perkantoran, Gelombang II menyasar lingkungan permukiman warga, sementara Gelombang III diarahkan pada penanganan wilayah terdampak berat.
“Target utama kita adalah menyelesaikan titik-titik yang masih tertutup lumpur, termasuk yang sudah mengeras, agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” tegas Tito saat memimpin apel.
Ia menambahkan, Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah dengan dampak bencana cukup serius sehingga membutuhkan penanganan berkelanjutan dan terintegrasi. Pelaksanaan Gelombang III dijadwalkan berlangsung selama satu bulan dengan fokus di Dusun Amalia dan Dusun Bahagia.
“Jika pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, tim akan dialihkan ke wilayah lain yang juga membutuhkan bantuan,” tambahnya.
Dalam arahannya, Tito juga mengingatkan para praja untuk bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga kondisi fisik, serta menjunjung tinggi disiplin selama menjalankan tugas di lapangan.
Untuk mendukung operasional, Kementerian Dalam Negeri telah menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual hingga alat berat dan dump truck guna mempercepat proses pembersihan dan normalisasi lingkungan.
Sebanyak 731 praja pratama dan 37 ASN Kemendagri diterjunkan dalam Gelombang III ini. Mereka difokuskan pada pembersihan lumpur, perbaikan drainase, serta pemulihan akses lingkungan sebagai upaya mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah ini mampu mempercepat penanganan pascabencana secara optimal, sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan aman, nyaman, dan produktif. (D.Yogi.S)














