Malang –Satupena.co.id: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan di SMPN 1 Sumber Manjing Wetan, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Senin (16 Maret 2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan gizi para siswa tetap terpenuhi menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri.
Program MBG yang diberikan kepada seluruh siswa di sekolah tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Berdasarkan standar nasional tahun 2025, menu MBG bagi siswa tingkat SMP harus mencakup unsur karbohidrat, protein hewani atau nabati, sayuran, buah-buahan, serta lemak sehat yang mampu memenuhi sekitar 20 hingga 35 persen kebutuhan energi harian siswa.
Menjelang masa libur Idul Fitri, mekanisme pemberian makanan juga dapat disesuaikan sebagaimana skema yang pernah diterapkan pada periode libur sebelumnya. Selain makanan siap santap, paket yang dibagikan juga dapat berupa bahan pangan yang lebih tahan lama, seperti telur asin, susu, buah lokal, maupun roti yang diproduksi oleh pelaku UMKM.
Pelaksanaan program ini melibatkan pihak sekolah yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Program tersebut juga mengacu pada kebijakan Pemerintah Pusat melalui Badan Gizi Nasional serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Pembagian makanan pada hari ini berlangsung tertib di lingkungan SMPN 1 Sumber Manjing Wetan. Para siswa menerima paket makanan sesuai standar yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan aspek keamanan pangan, kebersihan pengolahan, serta penggunaan bahan-bahan lokal.
Program ini bertujuan untuk memastikan para siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup guna mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta meningkatkan konsentrasi belajar. Selain itu, program MBG juga diharapkan dapat membantu mencegah masalah kekurangan gizi pada anak, termasuk risiko stunting.
Menjelang libur panjang Idul Fitri, keberlanjutan asupan gizi siswa juga menjadi perhatian utama. Pasalnya, sebagian siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas sehingga berpotensi mengalami penurunan konsumsi makanan bergizi selama masa libur sekolah.
Untuk itu, pihak sekolah berencana melakukan koordinasi dengan orang tua siswa terkait mekanisme penyaluran makanan selama libur. Skema yang akan digunakan dapat berupa pengambilan paket di sekolah atau penyaluran ke rumah siswa, dengan tetap mengacu pada ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
Pemerintah Pusat menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda Indonesia. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut agar berjalan efektif dan tepat sasaran di setiap satuan pendidikan. ( Sunarto ).










