Banda Aceh – Satupena.co.id: SMA Negeri 9 Banda Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai puncak rangkaian program Ramadan 1447 Hijriah yang berlangsung pada hari ke-15 bulan suci. Kegiatan tersebut digelar di lingkungan sekolah pada Kamis (5/3/2026) dengan dihadiri dewan guru, siswa, serta sejumlah tamu undangan.
Sebelum pelaksanaan buka puasa bersama, pihak sekolah terlebih dahulu menyalurkan bantuan sembako kepada 23 siswa kurang mampu. Bantuan yang terdiri dari beras, telur, dan minyak goreng itu bersumber dari sedekah bulanan para guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 9 Banda Aceh.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Direktur Darul Qur’an Aceh, Ustadz H. Hajarul Akbar MA, di hadapan para siswa dan dewan guru.
Dalam ceramahnya, Tgk Hajarul menekankan pentingnya memperkuat kepedulian sosial selama bulan Ramadan, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan yang tepat serta memberikan perhatian kepada orang tua dan orang-orang terdekat.
Ia juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 215, yang menjelaskan tentang anjuran berbagi dan menafkahkan harta kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
“Ramadan menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial antarsesama, termasuk bagaimana seorang muslim bijak mengelola rezeki dan memprioritaskan orang-orang terdekat,” ujar Tgk Hajarul dalam tausyiahnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 9 Banda Aceh, Zulfikar SE MSi, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan keagamaan bertajuk Dinul Islam yang rutin digelar selama Ramadan di sekolah tersebut.
Menurutnya, program Dinul Islam tidak hanya berisi praktik ibadah, tetapi juga diisi dengan kajian keislaman yang menghadirkan berbagai narasumber, mulai dari ulama, ustadz, hingga kalangan akademisi.
“Tahun ini ada program yang berbeda, yaitu pelaksanaan Balle Beut Ramadan selama dua minggu yang diikuti oleh 188 peserta didik dengan bimbingan 15 ustadz dan ustadzah dari berbagai lembaga,” kata Zulfikar.
Ia menjelaskan, selama Ramadan para siswa mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di sekolah dan baru diperbolehkan pulang setelah melaksanakan Shalat Zuhur berjamaah serta mengikuti ceramah Zuhur setiap hari, kecuali pada Jumat dan Minggu.
Zulfikar menilai seluruh rangkaian kegiatan keagamaan tersebut berjalan sukses berkat antusiasme para siswa serta dukungan penuh dari para guru.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Banda Aceh itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dewan guru atas kekompakan dalam menyukseskan program pembinaan keagamaan selama Ramadan.
“Berkat kerja sama dan kekompakan seluruh guru, kegiatan pembelajaran melalui program Dinul Islam di SMA Negeri 9 Banda Aceh dapat berjalan dengan baik dan mendapat perhatian, bahkan dari pejabat Dinas Pendidikan Aceh yang turut berkunjung selama Ramadan tahun ini,” ujarnya.












