Bener Meriah –Satupena.co.id; Pihak PT.Pertamina ( Persero ) memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah dalam kondisi aman. Informasi yang beredar mengenai kekosongan BBM di sejumlah SPBU dipastikan tidak benar atau hoaks.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya isu yang memicu keresahan masyarakat dan berpotensi menimbulkan aksi pembelian secara berlebihan (panic buying), Kamis (5/3/2026).
Kepastian ini diperoleh melalui wawancara singkat staf publikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah dengan perwakilan Pertamina setempat melalui sambungan telepon.
Dalam keterangannya, perwakilan Pertamina Bener Meriah, Cucun, menegaskan bahwa hingga saat ini proses penyaluran BBM maupun Bahan Bakar Khusus (BBK) ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah berjalan normal tanpa kendala.
“Pernyataan mengenai kekosongan minyak di SPBU adalah tidak benar atau hoaks. Hingga saat ini belum ada instruksi atau informasi tambahan terkait perubahan regulasi penyaluran dari pihak ,” ujar Cucun.
Ia menambahkan, distribusi BBM dan BBK tetap berlangsung seperti biasa dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok.
“Untuk berita kekosongan minyak itu hoaks. Sampai saat ini kami masih terus menyalurkan BBM dan BBK seperti biasa,” katanya.
Penjelasan tersebut juga sejalan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, , yang sebelumnya meluruskan informasi terkait stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas di , Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, angka 20 hari tersebut bukan menunjukkan kondisi darurat, melainkan menggambarkan kapasitas daya tampung atau storage BBM yang dimiliki Indonesia saat ini.
“Mohon agar pemberitaan terkait stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Bahlil.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
Kepala Diskominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena dapat memicu antrean panjang di SPBU.
“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying yang justru dapat menimbulkan antrean panjang yang tidak perlu di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, informasi resmi terkait ketersediaan energi akan terus disampaikan melalui kanal komunikasi pemerintah maupun pihak berwenang.
“Informasi resmi terkait ketersediaan energi akan selalu disampaikan melalui kanal-kanal komunikasi pemerintah dan pihak berwenang,” pungkasnya.
(Red)











