AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Ratusan Huntara di Linge Dikebut, Enam Desa Digarap, Hunian Tetap Belum Terealisasi

×

Ratusan Huntara di Linge Dikebut, Enam Desa Digarap, Hunian Tetap Belum Terealisasi

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah –Satupena.co.id:  Percepatan pembangunan 529 unit hunian sementara (huntara) di wilayah Koramil 05/Linge terus digenjot. Hingga Sabtu (28/2/2026), capaian progres bervariasi antara 15 hingga 55 persen, dengan progres tertinggi berada di Desa Penarun. Sementara itu, pembangunan hunian tetap (huntap) di kawasan tersebut masih belum berjalan.

Komandan Koramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menyampaikan bahwa enam desa menjadi titik pembangunan huntara. Seluruh proyek didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dikerjakan oleh sejumlah rekanan.

Di Desa Penarun yang berada di Jalan Lintas Nasional Aceh Tengah–Gayo Lues, pembangunan 71 unit huntara telah mencapai 55 persen. Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pematangan lahan, pengecoran pondasi, pemasangan rangka besi kobe dan kokara, pemasangan dinding GRC, instalasi pipa elbo, hingga pembangunan septic tank. Proyek ini dikerjakan oleh CV Karya Genatrik.

Baca juga Artikel ini :  Ketum SPBI Dr. Iswadi, Dukung Guru Besar UI: Soroti Kebijakan Kemenkes yang Dinilai Langgar Kaidah Ilmiah

Sementara itu, di Desa Umang, pembangunan 97 unit huntara yang dikerjakan CV Kale Nate telah mencapai 30 persen. Tahapan pekerjaan difokuskan pada pematangan lahan, perakitan rangka, serta pemasangan struktur besi.

Progres di Desa Reje Payung tercatat 20 persen untuk 91 unit huntara yang dikerjakan CV Cahaya Sentosa. Pekerjaan masih berada pada tahap awal, meliputi pematangan lahan, pengecoran, pemasangan rangka besi, pemasangan dinding GRC, serta instalasi pipa.

Baca juga Artikel ini :  Bantuan Miliaran Rupiah Dari Kang Dedi Mulyadi Bangkitkan Harapan Korban Bencana Tapanuli Utara

Adapun di Desa Kute Reje, Delung Sekinel, pembangunan 97 unit huntara oleh CV Tri Satria Mandiri baru mencapai 15 persen. Pekerjaan masih pada tahap dasar konstruksi, mulai dari pematangan lahan hingga pemasangan dinding GRC dan pipa elbo.

Di Desa Delung Sekinel, 101 unit huntara yang dikerjakan CV Burni Pepilon mencatat progres 17 persen. Tahapan pekerjaan masih berkutat pada struktur awal bangunan.

Sedangkan di Desa Jamat, sebanyak 72 unit huntara yang dikerjakan CV Aka Raya juga berada pada progres 17 persen dengan jenis pekerjaan serupa, yakni pematangan lahan, pengecoran pondasi, pemasangan rangka besi, dinding GRC, serta instalasi pipa.

Baca juga Artikel ini :  Polres Aceh Tengah Amankan Pelaku Pencurian Mesin Giling Kopi di Silih Nara, Satu Rekan Masih Buron

Dalam laporan tersebut ditegaskan bahwa pembangunan hunian tetap (huntap) di wilayah Koramil 05/Linge hingga kini masih nihil. Fokus utama pemerintah dan satuan kewilayahan saat ini adalah mempercepat penyelesaian huntara agar dapat segera dihuni masyarakat terdampak bencana.

Kodim 0106/Aceh Tengah memastikan pengawasan dan monitoring dilakukan secara berkala untuk menjamin mutu konstruksi serta ketepatan waktu penyelesaian proyek, mengingat kebutuhan hunian layak bagi warga terdampak bersifat mendesak.