Aceh Tamiang- Satupena.co.id: Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), Dr. H. Isran Nur, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan donasi kepada para penyuluh pertanian yang terdampak banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut berlangsung di Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (DISTAMBUNAK) Aceh Tamiang, Selasa, 4 Februari 2026.
Kunjungan Ketua DPP PERHIPTANI ini didampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PERHIPTANI Sumatra Utara beserta jajaran pengurus. Rombongan disambut langsung oleh Kepala DISTAMBUNAK Aceh Tamiang, Yunus, SP, di Bidang Penyuluhan.
Dalam sambutannya, Yunus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran serta kepedulian DPP PERHIPTANI terhadap kondisi Aceh Tamiang, khususnya bagi para penyuluh pertanian yang turut terdampak banjir besar.
“Kunjungan ini menjadi suntikan semangat dan dukungan moral bagi para penyuluh pertanian yang selama ini berada di garda terdepan mendampingi petani, meski di tengah kondisi pascabencana,” ujar Yunus.
Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Ketua DPP PERHIPTANI secara simbolis menyerahkan bantuan donasi kepada para penyuluh pertanian terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus membangkitkan kembali semangat pengabdian penyuluh di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Safwan, SP, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERHIPTANI Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam laporannya, Safwan memaparkan kondisi terkini sektor pertanian di Aceh Tamiang serta upaya pemulihan yang tengah dilakukan pascabencana.
Safwan menegaskan bahwa Aceh Tamiang perlahan mulai bangkit. Para petani dan penyuluh bertekad untuk tidak berlarut dalam duka, melainkan menatap masa depan dengan optimisme dan semangat pemulihan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. H. Isran Nur menegaskan bahwa kehadiran DPP PERHIPTANI di Aceh Tamiang bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan wujud silaturahmi dan kepedulian atas musibah banjir besar yang melanda daerah tersebut.
“Kami datang bukan sekadar berkunjung, tetapi bersilaturahmi. Ini adalah bentuk keprihatinan dan kepedulian kami terhadap musibah banjir besar yang melanda Aceh Tamiang, termasuk dampaknya bagi para penyuluh pertanian,” tegas Isran Nur.
Ia juga menyoroti dampak luas bencana banjir yang terjadi di tiga provinsi dan menyebabkan rusaknya sekitar 75 ribu hektare lahan sawah, yang berdampak serius terhadap program ketahanan pangan nasional. Dengan asumsi produksi minimal 7 ton gabah per hektare, diperkirakan sekitar 525 ribu ton gabah hilang akibat lahan yang tidak dapat ditanami.
Pada kesempatan tersebut, Ketua DPP PERHIPTANI juga berpesan agar profesi penyuluh pertanian tetap dijalankan secara profesional dan tidak terseret ke dalam kepentingan politik. Ia menekankan bahwa kebijakan penarikan penyuluh ke pusat serta peningkatan tunjangan harus dijadikan momentum untuk memperkuat integritas dan dedikasi profesi penyuluh.
“Saya berharap penyuluh pertanian tetap profesional dan tidak membawa profesi ini ke ranah politik. Dengan tunjangan yang semakin baik, penyuluh harus semakin berintegritas dan berdedikasi,” pungkasnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan serta optimisme para penyuluh pertanian dalam mendukung kebangkitan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana.
(Yogi)














