Scroll untuk baca artikel
AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili Capai 14,07 Persen

4
×

Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili Capai 14,07 Persen

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah, Satupena.co.id – Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili yang berada di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah terus menunjukkan progres positif. Hingga Kamis, 22 Januari 2026 pukul 13.30 WIB, progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 14,07 persen.

Jembatan gantung ini berlokasi di Desa Owaq, Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, dengan titik koordinat 4°24’1,692″ LU dan 97°8’47,046″ BT. Jembatan sepanjang 100 meter tersebut direncanakan menjadi penghubung utama antar desa, yakni Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung.

Pembangunan jembatan menggunakan material dari TNI Angkatan Darat dan melibatkan personel gabungan, terdiri dari 4 personel Koramil 05/Linge di bawah pimpinan Lettu Inf Muklis, 50 personel Yon TP 854/DK dipimpin Letda Czi Alsyaf, 4 personel Kompi B Yonif 114/SM dipimpin Kopda Putra, serta didukung oleh 15 orang masyarakat setempat.

Baca juga Artikel ini :  Eratkan Sinergitas , Kapolres Bitung Jalin Silaturahmi Bersama keluarga besar LSM-GTI DPD Bitung 

Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pelangsiran material ke titik pekerjaan kedua, perakitan besi abutment, serta perakitan dan pembengkokan besi oleh personel TNI bersama masyarakat.

Baca juga Artikel ini :  Aslat Kasad Tinjau Latihan Ancab YTP 411/Pandawa

Untuk kebutuhan konstruksi, material yang telah berhasil dimobilisasi ke lokasi antara lain semen sebanyak 250 sak, besi behel 50 batang, besi ulir 99 batang, batu split 6 meter kubik, pasir 10 meter kubik, serta batu 15 meter kubik.

Baca juga Artikel ini :  Silaturahmi dengan Mualem, Forum Masyarakat Bersatu Yakin Muallim Jadi Gubernur Aceh 2024-2029

Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai pada Februari 2026. Namun demikian, masih terdapat kendala di lapangan, terutama terkait jarak pelangsiran material menuju titik pengecoran, khususnya batu koral (batu mangga) menuju titik dua.

Meski menghadapi tantangan tersebut, sinergi antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi percepatan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh warga Kecamatan Linge.