Jombang – Satupena.co.id: Kabar duka datang dari jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar). Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kejati Kalbar, Dwi Raharjanto (49), meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Jawa Timur.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di KM 687+200 jalur B Tol Jombang-Mojokerto pada Jumat malam, 11 September 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Insiden melibatkan Toyota Hiace Travel Daytrans dengan sebuah truk bermuatan gipsum.
Dwi Raharjanto merupakan salah satu dari empat penumpang Toyota Hiace yang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Tiga korban lainnya masing-masing Kukuh Bimbing (22), Tendi Anggoro (28), dan Prawoto (55).
Berdasarkan informasi kepolisian, Toyota Hiace bernomor polisi L 7178 AH tersebut melaju dari arah Surabaya menuju Surakarta dengan membawa sejumlah penumpang.
Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengalami oleng ke kiri. Polisi menduga pengemudi dalam kondisi mengantuk sehingga kehilangan kendali sebelum kendaraan kemudian menabrak bagian belakang truk bernomor polisi R 8187 OT yang mengangkut gipsum.
Benturan keras mengakibatkan bagian depan Toyota Hiace mengalami kerusakan cukup parah. Empat orang penumpang meninggal dunia, sementara pengemudi dan enam penumpang lainnya mengalami luka-luka. Adapun pengemudi dan kernet truk dilaporkan selamat.
Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh aparat kepolisian bersama petugas terkait untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.
Meninggalnya Dwi Raharjanto menjadi kehilangan bagi keluarga sekaligus duka bagi jajaran Kejati Kalbar. Sosok yang mengemban amanah sebagai Kabag Tata Usaha tersebut harus mengakhiri perjalanan dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di jalur tol.
Peristiwa ini tidak semata-mata menjadi kabar duka, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan mengenai risiko perjalanan jarak jauh, khususnya pada malam hari.
Pemberitaan mengenai kecelakaan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Kondisi fisik pengemudi, kewaspadaan, pengaturan waktu perjalanan, serta kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan.
Terlebih bagi pengemudi kendaraan angkutan penumpang yang membawa banyak orang, keselamatan bukan hanya menyangkut dirinya sendiri, tetapi juga menyangkut nyawa para penumpang yang mempercayakan perjalanan kepada pengemudi.
Karena itu, dugaan faktor kantuk dalam kecelakaan ini hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama. Namun demikian, penyebab pasti kecelakaan tetap menjadi kewenangan aparat untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman berdasarkan fakta di lapangan.
Dari peristiwa ini, harapannya seluruh pihak dapat mengambil pelajaran penting. Pengemudi diharapkan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi fisik sudah tidak memungkinkan. Istirahat yang cukup dan pengaturan perjalanan harus menjadi bagian utama dari standar keselamatan, terutama dalam perjalanan malam dan jarak jauh.
Pengelola jasa transportasi juga diharapkan terus memperkuat penerapan standar keselamatan, termasuk memastikan pengemudi berada dalam kondisi prima sebelum membawa penumpang.
Sementara kepada pengguna jalan tol, masyarakat diharapkan semakin disiplin menjaga keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mengabaikan tanda-tanda kelelahan ketika berkendara.
Sebab, di balik setiap perjalanan terdapat keluarga yang menunggu kepulangan. Keselamatan bukan sekadar aturan lalu lintas, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap orang dapat tiba di tujuan dengan selamat.
Kepergian Dwi Raharjanto dan tiga korban lainnya menjadi duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, sementara seluruh korban yang mengalami luka segera mendapatkan pemulihan.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa satu keputusan untuk berhenti dan beristirahat bisa menjadi pembeda antara selamat sampai tujuan dan sebuah tragedi di jalan raya.(Ad1)













