Singkil, Satupena.co.id Komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan pesantren di Kabupaten Aceh Singkil terus diwujudkan melalui langkah nyata transformasi digital. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pelatihan digitalisasi pembelajaran bagi para ustadz dan ustadzah di lingkungan pondok pesantren.
Kegiatan ini berfokus pada penguasaan aplikasi Canva, CapCut, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sarana untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pelatihan tersebut menghadirkan Maimudin Tanjung, pemegang Lisensi Desain Grafis Madya, sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman di bidang desain dan media digital, ia membagikan pengetahuan praktis mengenai pembuatan bahan ajar visual, pengembangan konten video edukatif, serta pemanfaatan AI secara bijak dan produktif dalam kegiatan pembelajaran. Kehadiran teknologi di ruang kelas diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Program ini dilaksanakan sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi era digital. Para peserta dibimbing agar mampu mengemas materi pelajaran secara lebih menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan karakter generasi masa kini. Dengan demikian, pesantren tetap dapat menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Langkah awal program telah diwujudkan melalui pelatihan perdana di Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Tanah Merah. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa transformasi digital di lingkungan pesantren mendapat sambutan yang sangat positif. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus model pelaksanaan pelatihan serupa di seluruh pondok pesantren di Kabupaten Aceh Singkil.
Maimudin Tanjung menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal dari gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan pesantren. Menurutnya, penguasaan teknologi oleh para pendidik akan memperkaya metode pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber ilmu pengetahuan, dan pada akhirnya melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan global.
“Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil, H. Azhar, S.Ag., M.A., atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan, ” ujar Maimudin Tanjung, Rabu (8/7).
Kolaborasi yang erat antara Kementerian Agama, para pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan terus berlanjut demi terwujudnya ekosistem pendidikan pesantren yang maju, inovatif, dan berdaya saing di Aceh Singkil.
“Semoga ini tetap berlanjut demi terwujudnya ekosistem pendidikan pesantren yang maju,” tutupnya.















