Aceh Tamiang, satupena.co.id: Suasana semangat dan antusiasme menyelimuti Lapangan Futsal Mauligoe Tamiang, Desa Kampung Dalam, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Selasa (30/06/2026). Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Fadlon, SH, turun langsung menyaksikan jalannya pertandingan dalam rangka Turnamen Futsal Piala MZN Foundation. Kompetisi ini diikuti oleh sebanyak 24 tim terbaik yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang dan akan berlangsung selama lima hari ke depan.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap kegiatan olahraga yang dinilai sangat strategis untuk memulihkan kondisi sosial dan semangat pemuda pasca diterjang bencana banjir besar pada November 2025 lalu.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Anggota DPRK Aceh Tamiang, Muazzin, menjelaskan bahwa turnamen ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk menarik kembali jiwa dan minat pemuda yang sempat terhenti dan terbenam akibat dampak bencana. Menurutnya, pasca banjir melanda, banyak kegiatan positif yang terhenti, sehingga perlu ada wadah untuk memunculkan kembali bakat dan semangat mereka.
“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk upaya menarik kembali jiwa pemuda yang sempat tenggelam saat pasca banjir. Melalui ajang ini, kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk kembali menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimiliki,” ungkap Muazzin di sela-sela pertandingan.
Lebih lanjut, Muazzin menegaskan bahwa turnamen ini juga bertujuan melindungi generasi muda dari bahaya penyimpangan sosial yang belakangan marak terjadi. Pasca bencana, kondisi ekonomi dan rutinitas yang terganggu sering kali membuat sebagian pemuda terjebak dalam hal-hal negatif.
“Kami ingin menjauhkan para pemuda dari maraknya judi online dan kegiatan lain yang melanggar hukum. Setelah terhenti lama akibat bencana, bakat-bakat andal yang dimiliki pemain-pemain muda ini perlu dipanggil kembali dan disalurkan ke jalur yang positif,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kompetisi ini. Ia menyatakan bahwa turnamen ini menjadi solusi tepat untuk membangkitkan kembali hobi dan aktivitas olahraga yang sempat tertunda akibat musibah yang melanda daerah ini sekitar tujuh bulan silam.
“Dengan adanya turnamen ini, kita dapat memacu kembali hobi para pemuda yang sempat terhenti setelah banjir melanda Aceh Tamiang pada November 2025 yang lalu. Ini adalah langkah yang sangat baik untuk memulihkan kondisi fisik dan mental mereka,” jelas Bupati Armia.
Lebih jauh, Bupati juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai benteng pertahanan dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Ia mengamati bahwa ketika seseorang, terutama pemuda, terlalu lama terhenti dari aktivitas positifnya, risiko untuk terjerumus ke hal-hal yang merusak masa depan menjadi lebih besar. Oleh sebab itu, ia mendukung penuh agar bakat dan energi pemuda dapat tersalurkan dengan baik.
“Turnamen ini juga berfungsi mengantisipasi bahaya narkoba yang bisa menjerumuskan para atlet dan pemuda yang sudah lama terhenti dari kegiatannya. Untuk itu, saya sangat mendukung kegiatan ini agar seluruh potensi dan bakat pemuda Aceh Tamiang dapat tersalurkan dengan benar dan bermanfaat,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Bupati Armia Pahmi mengingatkan kembali pesan penting bagi seluruh generasi muda. Menurutnya, olahraga adalah sarana paling ampuh untuk menjaga diri dari berbagai ancaman yang bisa merusak masa depan mereka.
“Melalui berolahraga secara aktif dan teratur, para pemuda dapat menjauhkan diri dari bahaya narkoba, judi online, dan kebiasaan buruk lainnya. Jadikan ajang ini sebagai awal baru untuk membangun prestasi dan masa depan yang lebih cerah bagi Aceh Tamiang,” pungkasnya disambut tepuk tangan para penonton dan peserta pertandingan.
Turnamen Futsal Piala MZN Foundation ini diharapkan dapat berjalan lancar hingga penutupan nanti, melahirkan tim-tim tangguh, serta berhasil menciptakan lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan jauh dari berbagai ancaman negatif bagi generasi penerus daerah.(EB).













