Rumah Bendahara DPC AKPERSI Kabupaten Toba Kembali Dilanda Banjir, Warga Minta Pemerintah Desa Segera Bertindak
Toba//Satupena co.id. Rumah Bambang Irawan, Bendahara DPC AKPERSI Kabupaten Toba, yang berada di Lingkungan Jalan Tikatika, Desa Tambunan, kembali dilanda banjir setiap kali hujan turun.
Senin malam(8/6/2026)
Tambunan Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Propinsi Sumatra Utara.
Menurut Bambang Irawan, genangan air yang berasal dari kawasan sekitar, termasuk area di samping Hotel Bahagia Tambunan, kerap meluap karena tidak didukung saluran drainase yang memadai.
Akibatnya, air masuk ke rumah warga melalui bagian belakang rumah dan menggenangi seluruh ruangan.
“Setiap hujan turun, kami selalu waswas. Air pasti masuk ke dalam rumah. Barang-barang yang berada di lantai sering hanyut dan rusak akibat genangan air,” ungkap Bambang.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun.
Namun hingga saat ini belum ada langkah nyata maupun solusi konkret dari pemerintah desa untuk mengatasi permasalahan yang terus merugikan warga.
Bambang mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan dan laporan kepada pihak desa.
Namun, hingga kini masyarakat belum melihat adanya upaya serius untuk mencari solusi terhadap persoalan drainase yang menjadi penyebab utama banjir.
“Kami hanya berharap pemerintah desa mau turun langsung melihat kondisi di lapangan dan duduk bersama warga untuk mencari solusi. Jangan sampai persoalan ini terus berulang setiap musim hujan,” ujarnya.
Masyarakat menilai pemerintah desa memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan warga. Perbaikan serta pembangunan saluran drainase yang memadai dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar air dapat mengalir dengan baik dan tidak lagi masuk ke rumah-rumah warga.
Warga berharap pemerintah desa segera mengambil langkah konkret, bukan hanya menerima laporan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata.
Sebab, selama bertahun-tahun masyarakat harus menanggung kerugian akibat banjir yang terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
“Sudah lima tahun kami menghadapi persoalan ini. Kami berharap pemerintah desa tidak tutup mata dan segera bertindak demi kepentingan masyarakat,” tegas Bambang Irawan.
(Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Pemerintah Desa Tambunan terkait keluhan warga mengenai permasalahan drainase dan banjir di lingkungan Jalan Tikatika Tambunan.)
(Penulis M Siboro C.ILJ)

















