Bener Meriah- Satupena.co.id: Pesta demokrasi tingkat kampung melalui pemilihan reje (kepala desa) digelar serentak di Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (6/6/2026). Di Kecamatan Pintu Rime Gayo, sebanyak 17 desa melaksanakan pemilihan reje secara bersamaan, sementara satu desa lainnya masih ditunda.
Pemilihan reje serentak ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025. Namun, pelaksanaannya harus ditunda akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sehingga baru dapat dilaksanakan pada Juni 2026.
Dari total 18 desa di Kecamatan Pintu Rime Gayo, sebanyak 17 desa telah melaksanakan pemungutan suara. Sementara itu, Desa Uning Mas masih menunda pelaksanaan Pilreje karena masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
Sejak pukul 08.00 WIB, masyarakat tampak antusias mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya. Mereka memilih calon reje yang akan memimpin desa untuk periode 2026–2032.
Di Kampung Pancar Jelobok, misalnya, ratusan warga terlihat memadati TPS untuk mengikuti proses pemilihan. Jabatan reje di kampung tersebut sebelumnya diisi oleh pejabat sementara (bedel) dari Kantor Camat Pintu Rime Gayo selama beberapa bulan terakhir.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku antusias mengikuti pemilihan di TPS yang berlokasi di Dusun Berlian Indah. Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Siapapun reje yang terpilih, kami berharap bisa membawa perubahan dan membangun desa sesuai harapan masyarakat. Kami siap mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan, sesuai visi dan misi masing-masing kandidat,” ujarnya.
Pelaksanaan Pilreje serentak ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa ke depan, sekaligus memperkuat demokrasi di tingkat kampung. ( Juansyah ).

















