Aceh Tamiang – Satupena.co.id:
Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai penuh kepedulian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, secara simbolis menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat terdampak banjir, Selasa (26/5/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan di dua lokasi, yakni Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, dan Kampung Purwodadi, Kecamatan Kejuruan Muda. Bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang masih berjuang bangkit pascabencana banjir.
Dua ekor sapi kurban dengan bobot masing-masing lebih dari satu ton tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Armia kepada Datok Penghulu sebagai perwakilan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah langsung dari Presiden.
“Atas nama Presiden , saya menyerahkan sapi kurban ini kepada masyarakat Kampung Sekumur dan Kampung Purwodadi. Ini adalah bukti bahwa negara hadir dan tidak melupakan rakyatnya, terutama dalam kondisi sulit,” ujar Armia di hadapan warga.
Ia menjelaskan, hewan kurban tersebut akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha, Rabu (27/5/2026), dan dagingnya akan didistribusikan secara merata kepada masyarakat, terutama keluarga yang terdampak langsung oleh banjir.
Lebih lanjut, Bupati Armia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Presiden terhadap masyarakat “Bumi Muda Sedia”. Menurutnya, bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi warga yang tengah menghadapi masa pemulihan.
“Di tengah kondisi sulit, bantuan ini menjadi penguat moral dan semangat kebersamaan. Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan pentingnya berbagi,” tambahnya.
Sementara itu, para Datok Penghulu dan perwakilan masyarakat menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Mereka mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah atas perhatian yang diberikan.
Penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, serta tokoh masyarakat. Momen tersebut menjadi simbol kuat solidaritas dan kepedulian sosial, sekaligus mempererat kebersamaan di tengah ujian bencana yang melanda Aceh Tamiang. ( D. Yogi. S ).
















