JOMBANG,satupena.co.id– Pembangunan proyek pengurukan lahan KDMP di Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, menuai sorotan warga. Sejumlah masyarakat setempat menilai pemerintah desa lebih mementingkan program dari pusat dibanding kebutuhan mendesak warga, terutama perbaikan infrastruktur jalan.
Hal itu mencuat setelah proyek yang menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 tersebut mulai dikerjakan. Dalam papan proyek tertulis kegiatan berupa pengurukan lahan KDMP dengan volume 32 x 22 x 1,5 meter dan anggaran mencapai Rp133.422.026.
Warga mengaku heran lantaran kondisi jalan desa di sejumlah titik masih banyak yang rusak dan dinilai lebih mendesak untuk diperbaiki.
“Masyarakat sebenarnya lebih butuh perbaikan jalan. Tapi yang didahulukan malah proyek ini. Kesannya lebih mementingkan perintah pusat daripada keluhan warga,” ujar salah satu warga sekitar.
Menurut warga, jalan lingkungan yang rusak selama ini kerap dikeluhkan karena mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Masyarakat berharap pemerintah desa lebih memprioritaskan penggunaan dana desa untuk kebutuhan yang benar-benar dirasakan langsung oleh warga, bukan hanya menjalankan program formalitas semata.
Sementara itu, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah desa terkait alasan prioritas pembangunan proyek tersebut dibanding perbaikan jalan desa yang dikeluhkan warga.(Gondrong)












