BeritaJAWA TIMUR

Isu Sumbangan Sukarela di SMPN 2 Sumbermanjing Wetan, Kepala Sekolah Bungkam

×

Isu Sumbangan Sukarela di SMPN 2 Sumbermanjing Wetan, Kepala Sekolah Bungkam

Sebarkan artikel ini

Malang, Satupena.co.id.
Dalam upaya mencari kejelasan atas sejumlah pemberitaan yang beredar, tim media mendatangi SMP Negeri 2 Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mendapatkan penjelasan langsung dari pihak sekolah terkait berbagai isu yang belakangan mencuat ke publik.11 November 2025.

Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya membuahkan hasil. Saat awak media tiba di sekolah, hanya pihak humas sekolah yang bersedia memberikan tanggapan singkat. Kepala Sekolah Isnaini, S.Pd., dikabarkan sedang tidak berada di lokasi. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa yang bersangkutan tengah berada di luar sekolah.

Baca juga Artikel ini :  Pemerintah Kabupaten Humbahas Laksanakan Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Pollung.

Yang cukup mengejutkan, pihak media justru diarahkan untuk menghubungi kuasa hukum sekolah apabila ingin mendapatkan klarifikasi resmi, bukan langsung kepada kepala sekolah ataupun komite sekolah.

Sementara itu, beredar kabar bahwa Kepala Sekolah dan Komite SMPN 2 Sumbermanjing Wetan baru saja dipanggil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Pemanggilan tersebut diduga berkaitan dengan sejumlah isu yang tengah hangat diperbincangkan, salah satunya mengenai sumbangan yang disebut “sukarela” namun disertai nominal tertentu.

Baca juga Artikel ini :  Safari Subuh Di Masjid Jami' Al Muslim, Kapolres Aceh Tengah : Ajak Makmurkan Masjid Dan Kepedulian Terhadap Keluarga

Isu ini memunculkan pertanyaan dari kalangan masyarakat dan pemerhati pendidikan tentang transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana di lingkungan sekolah. Banyak pihak berharap agar sekolah bersikap terbuka dan menjelaskan secara jujur mekanisme sumbangan yang dimaksud.

Baca juga Artikel ini :  Polisi Saweu Sikula, Satbinmas Polres Pidie Jaya Ajak Siswa SMPN 1 Meureudu Jadi Pelajar Bijak dan Disiplin

Masyarakat juga menilai bahwa klarifikasi terbuka dari pihak sekolah sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan serta menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Malang belum memberikan keterangan resmi kepada media.

(Dwi/Bagio)

Hayo mau copy paste ya