BeritaJAWA TIMUR

Ketua KKG Kabupaten Malang Diduga Jual LKS Modul Agama, Langgar PP No. 75 Tahun 2016

×

Ketua KKG Kabupaten Malang Diduga Jual LKS Modul Agama, Langgar PP No. 75 Tahun 2016

Sebarkan artikel ini

Malang, Satupena.co.id – Dugaan pelanggaran aturan pendidikan mencuat di Kabupaten Malang. Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Malang, Bahrudin, S.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 1 Gondanglegi sekaligus berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), diduga terlibat dalam praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) modul Agama di sekolah.

Padahal, aturan dengan tegas melarang praktik tersebut. Berdasarkan Permendikbud RI Nomor 17 Tahun 2020 dan Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, Pasal 12 menyebutkan bahwa komite sekolah, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, maupun perlengkapan lainnya di sekolah.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Turunkan Tim Gabungan Dalam Pencarian Santriwati Hilang di Sungai

Selain itu, Pasal 181a Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan juga mengatur larangan bagi pendidik maupun tenaga kependidikan untuk melakukan penjualan buku, LKS, maupun bahan ajar di satuan pendidikan.

Baca juga Artikel ini :  Jadi Pembina Upacara Di SMAN 1 Takengon, Kasat Lantas Sosialisasikan Tertib Berlalulintas Kepada Pelajar

Praktik penjualan LKS ini terungkap setelah sejumlah wali murid menyampaikan keberatan. Mereka mengaku terbebani dengan adanya pungutan tambahan berupa kewajiban membeli LKS modul Agama di sekolah.

“Jika benar ada penjualan LKS ini, jelas merupakan pelanggaran aturan. Apalagi dilakukan oleh seorang PNS sekaligus kepala sekolah. Hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kabupaten Malang,” ungkap salah satu wali murid.

Baca juga Artikel ini :  Kajari Bireun Lakukan FGD Bersama  Camat Se - Kabupaten 

Hingga berita ini diturunkan, Bahrudin S.Pd.I. belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Kasus ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, agar segera dilakukan penelusuran dan tindakan tegas apabila terbukti melanggar aturan.

Langkah cepat dan transparan dinilai penting demi menjaga integritas dunia pendidikan serta mencegah munculnya praktik pungutan yang membebani wali murid. ( BG )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemkab Tapanuli Utara Hadiri Pesta Gotilon HKBP Sabungan, Ajak Masyarakat…

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Hayo mau copy paste ya