AcehBENER MERIAHBerita

Legenda Gajah Putih di Kerajaan Linge, Aceh Tengah

×

Legenda Gajah Putih di Kerajaan Linge, Aceh Tengah

Sebarkan artikel ini

Sumber Poto: Meta AI Selasa 4 Maret 2025

Bener Meriah, Satupena.co.id.Di tanah Gayo yang subur dan berlembah hijau, berdirilah Kerajaan Linge, sebuah kerajaan yang memiliki sejarah panjang di dataran tinggi Aceh Tengah. Kerajaan ini terkenal dengan keberanian para rajanya, keteguhan adat istiadat, serta kisah tentang seekor gajah putih yang melegenda.

Dilangsir dari berbagai sumber.

Asal-usul Gajah Putih

Konon, pada suatu hari, Raja Linge pertama, yang dikenal sebagai Opung Linge, bermimpi didatangi oleh sosok bersinar yang memberi tahu bahwa akan ada seekor gajah istimewa turun dari gunung. Gajah ini bukan sembarang gajah, melainkan hewan suci yang akan membawa keberuntungan dan kejayaan bagi Kerajaan Linge.

Baca juga Artikel ini :  Sinergi Harmonis: Kapolres Pidie Jaya Tampung Keluhan Ojek di Jumat Curhat

Keesokan harinya, di tepi sungai yang jernih, para penduduk melihat seekor anak gajah putih bersama induknya. Berbeda dengan gajah lain yang berbulu kelabu, anak gajah ini memiliki kulit putih bersih dengan mata yang berkilau seperti berlian. Raja Linge segera menganggapnya sebagai tanda dari para leluhur dan memerintahkan rakyatnya untuk menjaga serta merawat gajah putih tersebut.

Gajah Sakti yang Setia

Seiring waktu, gajah putih tumbuh menjadi seekor hewan yang kuat dan cerdas. Ia selalu menemani raja dalam berbagai ekspedisi dan peperangan. Saat musuh datang menyerang, gajah putih itu mengamuk di medan perang, menginjak pasukan lawan dan membawa kemenangan bagi Kerajaan Linge.

Baca juga Artikel ini :  Kepala Sekolah SMP 27 Takengon: Bantah Tuduhan Pungli dan Klarifikasi Aset Sekolah

Keberanian gajah putih semakin dikenal hingga ke negeri-negeri lain. Banyak kerajaan tetangga yang mencoba menaklukkan Linge hanya untuk merebut hewan sakti itu, tetapi mereka selalu gagal. Rakyat percaya bahwa gajah putih memiliki kekuatan gaib yang melindungi kerajaan dari segala marabahaya.

Hilangnya Gajah Putih

Namun, suatu hari, setelah bertahun-tahun setia bersama raja dan rakyat Linge, gajah putih tiba-tiba menghilang. Rakyat mencari ke seluruh penjuru hutan dan pegunungan, tetapi tidak ada jejak yang ditemukan. Beberapa orang tua bijak mengatakan bahwa gajah putih telah kembali ke alam gaib karena tugasnya di bumi telah selesai.

Baca juga Artikel ini :  Bantuan Sembako Pasca Terjadinya Kebakaran Rumah Milik Waga Di Desa Gemboyah,Muspika Kecamatan Linge,

Meskipun gajah putih tidak pernah ditemukan lagi, kisah tentangnya tetap hidup dalam ingatan masyarakat Gayo. Hingga kini, legenda gajah putih Kerajaan Linge masih diceritakan turun-temurun sebagai simbol keberanian, kesetiaan, dan kejayaan.

Sebagian masyarakat percaya bahwa arwah gajah putih masih menjaga tanah Gayo, dan suatu saat, ia akan kembali ketika Kerajaan Linge membutuhkan perlindungannya sekali lagi.

 

Penulis. Pujo P.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya