Bangka BelitungBeritaTNI Polri

Kapolres Bangka Tegaskan: Bukan Geng Motor, Melainkan Perang Sarung, 7 Pemuda Diamankan

×

Kapolres Bangka Tegaskan: Bukan Geng Motor, Melainkan Perang Sarung, 7 Pemuda Diamankan

Sebarkan artikel ini

Bangka, Satupena.co.id – Sebelumnya, sempat beredar informasi di media online mengenai dugaan perkelahian antar geng motor di Kampung Batako, Sungailiat, pada Senin (3/3/2025) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Namun, Kapolres Bangka AKBP Toni Sarjaka menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah perkelahian geng motor, melainkan aksi perang sarung yang melibatkan sejumlah anak-anak dan pemuda.

“Memang benar ada kejadian semalam, tetapi perkelahian tersebut belum sempat terjadi. Berkat laporan cepat dari masyarakat dan kesigapan personel Polsek Sungailiat serta Polres Bangka, aksi tersebut berhasil dicegah sebelum berkembang lebih jauh,” jelas AKBP Toni Sarjaka.

Baca juga Artikel ini :  Baksos Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Aceh Tengah Gelar Penanaman Pohon, Pembagian Bibit Ketahanan Pangan Dan Beasiswa

Dalam kejadian ini, pihak kepolisian mengamankan tujuh orang anak-anak dan pemuda, termasuk satu perempuan. Setelah dilakukan interogasi, terungkap bahwa empat orang di antaranya memang berniat melakukan perang sarung, sementara tiga lainnya hanya ikut menonton.

Sebagai langkah pencegahan, Polres Bangka menggelar deklarasi pembubaran perang sarung di wilayah Kabupaten Bangka. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Apel Polres Bangka dan dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Toni Sarjaka. Hadir dalam kegiatan ini Waka Polres Bangka Kompol Ayu Kusuma Ningrum, para pejabat utama Polres Bangka, serta para orang tua dari anak-anak yang terlibat.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Jombang Pimpin Sertijab Kabagren dan Kapolsek Sumobito

Dalam upacara deklarasi, ketujuh anak-anak dan pemuda tersebut berkomitmen untuk tidak mengulangi aksi perang sarung. Mereka juga menandatangani perjanjian serta menyaksikan pemusnahan alat perang sarung, yakni kain sarung yang telah dilipat dan diikat menggunakan lakban. Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab dan permohonan maaf, mereka melakukan sungkeman kepada orang tua masing-masing.

Kapolres Bangka menegaskan bahwa perang sarung merupakan kegiatan yang dilarang karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Bangka, untuk bersama-sama mencegah aksi tersebut.

Baca juga Artikel ini :  Swadaya Masyarakat dan Dukungan Pemda Wujudkan Jalan Rabat Beton di Mesidah

“Jika ke depannya masih ada yang melakukan perang sarung di wilayah Kabupaten Bangka, kami akan menindak tegas. Kami tidak ingin kegiatan ini berkembang menjadi aksi yang lebih berbahaya,” ujar AKBP Toni Sarjaka.

Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan bahaya perang sarung serta turut berperan aktif dalam mengantisipasi dan mencegahnya.

“Mudah-mudahan deklarasi ini menjadi contoh bagi masyarakat lain agar perang sarung dapat kita eliminasi sepenuhnya. Harapannya, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa di Kabupaten Bangka,” pungkasnya.

( Sadiman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya