BeritaJAWA TIMUR

Aliansi Disabilitas Jombang Desak Pemkab: Wujudkan Kebijakan Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

×

Aliansi Disabilitas Jombang Desak Pemkab: Wujudkan Kebijakan Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Jombang –Satupena.co.id. Women Crisis Center (WCC) Aliansi Disabilitas Jombang kembali mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjamin hak-hak penyandang disabilitas. Berbagai persoalan mendesak disoroti, mulai dari diskriminasi, minimnya aksesibilitas layanan publik, tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan disabilitas, hingga terbatasnya lapangan kerja inklusif.

Gus Fais, mewakili Aliansi Disabilitas Jombang, pada Selasa (18/02) menegaskan bahwa Pemkab Jombang dan DPRD harus segera merancang kebijakan inklusif guna memastikan penyandang disabilitas mendapatkan hak yang setara. Setidaknya ada enam tuntutan utama yang diajukan:

  1. Regulasi Khusus untuk Penyandang Disabilitas
    Aliansi meminta Pemkab dan DPRD segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) yang secara khusus mengatur hak-hak penyandang disabilitas. Regulasi ini harus mengacu pada UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta peraturan turunannya, yang hingga kini belum banyak disosialisasikan di Jombang.
  2. Database Terpadu Penyandang Disabilitas
    Pemkab Jombang didesak untuk bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi guna membangun database terpadu penyandang disabilitas. Data ini akan memastikan bahwa bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi dapat berjalan lebih tepat sasaran.
  3. Peningkatan Aksesibilitas Fisik dan Layanan Publik
    Aliansi menuntut perbaikan fasilitas publik agar lebih ramah disabilitas, termasuk penyediaan kursi roda, jalur landai, toilet khusus, serta layanan informasi yang lebih inklusif seperti running text dan penerjemah bahasa isyarat dalam pelayanan publik.
  4. Perlindungan dan Pemulihan Korban Kekerasan Seksual
    Tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan disabilitas mendorong Aliansi untuk meminta Pemkab memastikan eksekusi restitusi bagi korban. Selain itu, mereka juga mengusulkan pendirian shelter atau rumah aman khusus bagi perempuan dan anak penyandang disabilitas yang menjadi korban kekerasan.
  5. Peluang Kerja dan Kemandirian Ekonomi
    Aliansi mendesak adanya kebijakan yang mewajibkan perusahaan di Jombang untuk memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Insentif pajak atau penghargaan bagi perusahaan yang mendukung tenaga kerja disabilitas bisa menjadi solusi. Selain itu, Pemkab diharapkan mengembangkan program pelatihan keterampilan dan wirausaha berbasis disabilitas.
  6. Dukungan bagi Atlet Disabilitas
    Aliansi juga mendesak agar National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Jombang mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk pendanaan maupun program pelatihan atlet disabilitas. Kompetisi olahraga inklusif di tingkat lokal juga harus diperbanyak.
Baca juga Artikel ini :  Wakil Bupati Bener Meriah Tinjau Puskesmas Buntul Kemumu, Apresiasi Pelayanan dan Bahas Pengembangan Fasilitas

Aliansi Disabilitas Jombang berjanji akan terus mengawal janji dan kebijakan pemerintah agar lebih inklusif.

“Jika dalam waktu tertentu tuntutan ini tidak diakomodasi, kami akan meminta audiensi langsung dengan Pemkab dan DPRD guna memastikan komitmen konkret dari para pemangku kebijakan,” tegas Gus Fais.

Baca juga Artikel ini :  Tour Ramadhan Buka Puasa Bersama Persaudaraan Asaatidz Belawan Lintas Musholla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya