BeritaRuang Redaksi

RUANG REDAKSI: SUKA DUKA SEORANG JURNALIS

×

RUANG REDAKSI: SUKA DUKA SEORANG JURNALIS

Sebarkan artikel ini

Oleh : Pujo Prayetno.

Satupena.co.id:. Menjadi seorang jurnalis adalah perjalanan penuh dinamika yang menawarkan suka dan duka tersendiri. Salah satunya Jurnalis memiliki kesempatan bertemu dengan berbagai tokoh, mulai dari pejabat, selebritas, hingga orang biasa dengan berbagai macam kisah yang luar biasa, dan disitulah disetiap liputan akan menjadi peluang untuk belajar hal hal baru.

Kita akan merasa bangga ketika berhasil membawa isu penting ke perhatian publik, terutama jika itu berujung pada perubahan positif di masyarakat.

Selain itu, menjadi seorang jurnalis juga akan menambah berbagai pengalaman, di mana ada beberapa hal yang menjadi kisah yang tidak akan terlupakan seperti, ketika
liputan di berbagai tempat dan situasi, seperti acara besar, lokasi konflik, atau peristiwa bersejarah, memberikan pengalaman unik yang tidak dimiliki banyak profesi lain.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Terima Kunjungan Tim Ditbinmas Polda Aceh dalam Kegiatan Harkatpuan Bhabinkamtibmas

Seorang jurnalis juga dituntut memiliki adrenalin dan Keberanian,
menangkap momen kritis atau melaporkan berita langsung dari tempat kejadian memberikan sensasi tersendiri yang memacu adrenalin.

Disisi lain dukanya bagi seorang jurnalis manakala tekanan waktu dan tanggung jawab dalam
Deadline yang ketat dan tuntutan untuk memberikan informasi akurat bisa menjadi beban besar. Kesalahan kecil pun dapat berdampak besar.

Baca juga Artikel ini :  Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS, Ini Sejumlah Penekanan Kapolres Aceh Tengah Pada Personel

Jurnalis juga sering menghadapi risiko, terutama saat meliput di zona konflik, bencana, atau isu kontroversial yang bisa memicu ancaman.

Sementara gaji dan penghargaan yang terkadang tidak memadai, dan bahkan banyak jurnalis yang tidak memiliki penghasilan tetap dan hal itu membuat banyak jurnalis mengeluhkan penghasilan yang tidak sebanding dengan risiko dan usaha yang mereka lakukan.

Tidak cukup disitu saja, Sorang jurnalis juga mendapat berbagai tekanan sosial dan bahkan politik,
ada kalanya jurnalis harus menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan pemberitaan mereka. Hal ini bisa berupa ancaman fisik, tuntutan hukum, atau bahkan sensor.

Baca juga Artikel ini :  Peserta Calon KDAW Desa Karobelah Akan Mengajukan Gugatan ke PTUN

Oleh sebab itu profesi jurnalis adalah panggilan hati yang membutuhkan dedikasi, keberanian, dan idealisme. Meski penuh tantangan, banyak jurnalis tetap setia menjalani profesi ini karena keyakinan mereka akan pentingnya menyampaikan kebenaran dan memberikan suara bagi mereka yang tidak terdengar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya