Aceh SingkilPemerintah

Aceh Singkil Kembali Meraih Penghargaan Kebudayaan dari Kemendikbudistek

×

Aceh Singkil Kembali Meraih Penghargaan Kebudayaan dari Kemendikbudistek

Sebarkan artikel ini

Singkil-Kabupaten Aceh Singkil, kembali menerima sertifikat warisan budaya tak benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudistek) Republik Indonesia melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh.

Penyerahan anugerah tertinggi bidang WBTB itu diserahkan, pada saat penutupan Konsorsium Kemajuan Kebudayaan tahun 2024 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu (15/5/2024) malam.

Hal itu dilaporkan Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Putri Zuliana kepada Satupena.co.id Kamis (16/5).

Edi Widodo mengatakan, karya budaya Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diraih Aceh Singkil, yaitu berupa kategori tari-tarian dan maestro.

“Tari langsir, dari Pulau Banyak Barat (PBB), Haloban, Aceh Singkil memperoleh sertifikat WBTB melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, sehingga Tari Langsir, sudah sah menjadi karya budaya milik Aceh Singkil,” ujar edi

Baca juga Artikel ini :  Wakil Ketua DPRK Ucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Aceh Singkil ke-27

Tari Langsir ditetapkan sebagai WBTB, jelas Edi Widodo, dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI pada 31 Agustus 2023 dan sertifikatnya baru diserahkan sekarang.

“Dari 12 usulan WBTB Aceh, alhamdulillah setelah sidang akhir direkomendasikan 11 karya budaya Aceh berhasil ditetapkan sebagai Warbudnas (warisan budaya nasional) termasuk Tari Langsir dari Aceh Singkil,”katanya .

Selain itu, dalam kesempatan penutupan Konsorsium Kemajuan Kebudayaan tahun 2024, papar Putri Zuliana dua penata tari, yakni M Johan dan Anharuddin Sitanggang dianugerahi Maestro Aceh oleh Pemerintah Aceh yang penghargaannya diserahkan oleh Kepala Balai Pelestarian dan Budaya Wilayah I Provinsi Aceh.

Baca juga Artikel ini :  Peletakan Batu Pertama Pendirian Pondok Pesantren Darul Iman oleh Yayasan Pondok Pesantren Darul Mahabbah

Edi Widodo, mengatakan, dengan adanya penghargaan WBTB, mendorong Pemkab Aceh Singkil untuk terus melestarikan dan memajukan kebudayaan.

Di samping itu, terus memperkenalkan kebudayan kepada masyarakat kita khususnya dan masyarakat luar terutama pada generasi muda sebagai generasi penerus.

“Jangan sampai kebudayaan kita lenyap. Sehingga kita kehilangan arah dalam menempuh hidup dan kehidupan,” ujar Edi Widodo.

Sementara itu kata, Edi Widodo mengharapkan, tari langsir Haloban itu harus tetap terus dilestarikan sebagai warisan budaya adiluhung leluhur Aceh Singkil.

“Kami juga akan terus melakukan inventarisir budaya Aceh Singkil, untuk diusulkan menjadi WBTB selanjutnya,” tukasnya.

Sebelumnya sejumlah warisan kebudayaan asal Aceh Singkil, telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Masing-masing tari Ambe-ambeken dan tari Dampeng.

Baca juga Artikel ini :  Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Rabies.

Kemudian tari Menatkahen Hinei dan alat musik Canang Kayu. Hal itu tentu menjadi kebanggaan.

Namun bangga saja tidak cukup, sebab penetapan warisan budaya bisa dicabut, jika tidak dilestarikan. Jika sudah dicabut, maka sulit untuk kembali didaftarkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia.

Terkait hal itu perlu kolaborasi semua pihak agar warisan budaya yang telah ditetapkan sebagai WBTB terus dilestarikan.

Salah satunya dengan mempertahankan kegiatan pentas seni budaya yang selama ini sudah rutin dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil. Lebih dari itu sanggar serta pelaku seni terus diberi tempat untuk ekspresikan karyanya,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya