ACEH TAMIANG

Asra: Angka Stunting Mengalami Lonjakan Pada Saat Wabah Covid-19 Melanda

×

Asra: Angka Stunting Mengalami Lonjakan Pada Saat Wabah Covid-19 Melanda

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang– Satu Pena .co.id:

Pj. Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra, membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Aceh Tamiang T.A. 2024, kegiatan tersebut di laksana Aula Bappeda Senin (26/02/2024).

Pada kesempatan tersebut Pj. Bupati Asra mengatakan,” angka stunting mengalami lonjakan pada saat wabah Covid-19 melanda. Ia mengungkapkan, ketakutan masyarakat akan imunisasi yang dianggap sebagai proses penyuntikan vaksin.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Manyak Payed Dampingi Petani Cabai, Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabanjir

“Mengaktifkan dan memaksimalkan posyandu menjadi salah satu cara penurunan stunting. Karena saat Covid-19, masyarakat pada takut untuk membawa anak ke posyandu, akibatnya angka stunting melonjak”, ujar Pj. Bupati Asra yang didampingi Kepala Bappeda, M. Zein dan Kepala DPMKPPKB, Mix Donal.

Dikatakannya, dalam mengurangi angka stunting, sangat penting mencegahnya dari sejak persiapan kehamilan. Oleh karena itu, para kader diminta untuk aktif memberikan pemahaman yang kuat pada calon ibu dan orang tua.“Negara tidak akan kuat, jika masih banyak anak stunting”, ucapnya.

Baca juga Artikel ini :  Danramil 06/Manyak Payed Melaksanakan Kegiatan Diskusi Pengawasan Dan Pendampingan Swasembada Pangan Nasional

Dijelaskannya, melahirkan bayi yang sehat, akan berdampak pada kemajuan negara 20-30 tahun ke depan. Pun dengan sebaliknya. Karena itulah, sambung Asra, penanggulangan stunting menjadi program strategis nasional.

“Hari ini, semua pihak ikut andil dalam penanggulangannya stunting, dan ini wajib menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Diperlukan tindakan kolaborasi yang kuat oleh semua pihak,” tegasnya.

Baca juga Artikel ini :  Bupati Aceh Tamiang Lantik 2.393 PPPK Paruh Waktu, Tekankan Profesionalisme dan Etika ASN

Sebelumnya, kepala Bappeda, M. Zein, melaporkan, total peserta yang akan dibina mencapai 295 orang yang akan dibagi dalam beberapa gelombang. Para kader posyandu nantinya akan dilatih kembali mengalibrasi dan menggunakan alat ukur berat dan tinggi balita, serta sejumlah kompetensi teknis dasar lainnya terkait kerja-kerja kader posyandu.(Basyar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya