Jawa Timur– Satupena.co.id; Satuan resmi menyelesaikan misi kemanusiaan membantu korban bencana alam di Aceh dan kembali ke satuan dalam kondisi aman serta lengkap. Kepulangan para prajurit pada Senin (23/2/2026) disambut penuh kebanggaan di markas, setelah mereka menuntaskan tugas berat di wilayah terdampak bencana, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang.
Selama pelaksanaan tugas, prajurit zeni tempur tak hanya mengerahkan kemampuan teknis dan alat berat, tetapi juga menunjukkan empati serta kepedulian kepada masyarakat. Mereka membuka akses jalan yang sempat terputus, membangun kembali jembatan darurat, membersihkan puing-puing, memperbaiki fasilitas umum, hingga membantu pendistribusian logistik kepada warga terdampak.
Berbagai pekerjaan dilakukan di tengah cuaca ekstrem, lumpur tebal, dan medan sulit. Meski demikian, semangat prajurit tetap terjaga. Jika dalam keseharian mereka ditempa dengan latihan tempur, kali ini yang dihadapi adalah reruntuhan bangunan, gelondongan kayu, serta kebutuhan mendesak masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat dan tepat.
Panglima , , dalam amanatnya saat memimpin upacara penyambutan, menegaskan pentingnya menjadikan pengalaman tugas tersebut sebagai pembelajaran strategis.
“Jadikan pengalaman di Aceh sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana nasional, sehingga TNI selalu hadir sebagai solusi di saat rakyat membutuhkan. Saya berdoa semoga masyarakat Aceh segera bangkit dan pulih dari musibah ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sejak keberangkatan, pelaksanaan tugas, hingga kepulangan prajurit hari ini,” ujarnya.
Keberhasilan misi ini menegaskan peran Kostrad tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi juga sebagai elemen penting dalam operasi kemanusiaan. Kehadiran prajurit di lokasi bencana menjadi bukti komitmen TNI untuk selalu berada di garis terdepan saat rakyat menghadapi kesulitan.
Dengan selesainya operasi tersebut, Yonzipur 10/JP/2 Kostrad kembali ke home base membawa pengalaman lapangan yang berharga, kehormatan satuan, serta catatan pengabdian yang memperkuat reputasi mereka sebagai prajurit profesional dan humanis.








