Aceh Tengah, Satupena.co.id – Sejumlah warga di pusat Kota Takengon menyampaikan kekecewaan terhadap kondisi armada sedot tinja milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tengah yang dilaporkan tidak lagi dapat dioperasikan.
Keluhan tersebut muncul karena setiap kali warga membutuhkan layanan penyedotan dan pengangkutan tinja, armada yang tersedia kerap dinyatakan tidak dapat digunakan. Alasan yang disampaikan kepada warga, kendaraan tersebut mengalami kerusakan pada bagian tangki yang bocor.
Untuk memperoleh kejelasan informasi, media ini mengonfirmasi Pitriadi, selaku sopir mobil tinja DLH Aceh Tengah. Ia menjelaskan bahwa kondisi tangki armada tersebut memang telah mengalami kebocoran sejak beberapa tahun terakhir.

“Sudah beberapa kali dilakukan perbaikan atau renovasi. Namun karena usia tangki yang sudah tua, kebocoran semakin melebar dan akhirnya tidak dapat diperbaiki lagi,” ujarnya.
Pitriadi juga membenarkan bahwa pihaknya kerap menerima permintaan layanan sedot tinja dari masyarakat. Namun, akibat kondisi armada yang tidak memungkinkan untuk beroperasi, ia terpaksa menyampaikan kepada warga bahwa kendaraan tersebut sedang dalam keadaan rusak.
Kondisi ini dinilai menyulitkan masyarakat, khususnya warga perkotaan yang sangat bergantung pada layanan sanitasi dasar. Warga berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait agar layanan sedot tinja dapat kembali berfungsi demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi armada tersebut maupun rencana perbaikan atau pengadaan armada baru.
Penulis: Onot Pejebe








