Aceh Tengah – Satupena.co.if: Sejumlah warga Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, mengaku kecewa atas pembagian bantuan daging meugang yang bersumber dari Presiden RI. Pasalnya, setiap kepala keluarga (KK) di Kampung Jeget Ayu hanya menerima sekitar 2 ons daging. Selasa (17/2/2026).
Sebagaimana diketahui, pascabanjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025, banyak fasilitas umum dan rumah warga mengalami kerusakan. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus melakukan pemulihan, mulai dari pembangunan kembali jembatan dan jalan lintas hingga rumah hunian bagi warga terdampak.
Presiden Republik Indonesia, , sebelumnya mengalokasikan anggaran bantuan untuk masyarakat terdampak, termasuk bantuan daging meugang dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah di berbagai kabupaten/kota di Aceh.
Bantuan tersebut tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa daging sapi atau kerbau yang didistribusikan ke desa-desa penerima.
Di Kampung Jeget Ayu, yang tercatat memiliki sekitar 547 KK, pagu anggaran pembelian daging disebut sebesar Rp28 juta. Namun, berdasarkan keterangan warga, dengan jumlah tersebut setiap KK hanya menerima sekitar 2 ons daging.
“Kalau dihitung-hitung memang sangat sedikit. Tidak sampai setengah kilogram, hanya sekitar dua ons per keluarga,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sementara itu, di Desa Paya Dedep dengan pagu bantuan yang disebut sama, yakni Rp28 juta dan jumlah penerima 287 KK, warga dikabarkan menerima sekitar 7 ons daging per KK. Jumlah tersebut mencakup keseluruhan bagian hewan, seperti daging, tulang, kulit, dan jeroan.
Perbedaan jumlah pembagian ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Warga berharap ada penjelasan terbuka dari pihak terkait mengenai mekanisme pengadaan, jumlah hewan yang disembelih, serta teknis pendistribusian agar tidak menimbulkan dugaan dan kesalahpahaman.
Kepala Kampung (Reje) Jeget Ayu, Sugiani, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa setiap KK menerima sekitar 2 ons daging dari total 547 KK penerima. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut terkait teknis penghitungan maupun jumlah hewan yang dipotong dalam program tersebut. ( Onot P )












