Malang- Satupena.co.id: Tragedi kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan wisata Pantai Bengkung, Desa Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis (2/4/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang pengunjung meninggal dunia setelah terseret ombak besar saat berada di area perairan pantai.
Peristiwa nahas tersebut terjadi meskipun sebelumnya Tim SAR bersama petugas keamanan setempat telah mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pengunjung untuk tidak bermain air atau berenang. Larangan itu disampaikan menyusul kondisi gelombang laut yang sedang tinggi dan berbahaya.
Pantai Bengkung sendiri dikenal sebagai salah satu pantai di pesisir selatan Malang yang memiliki karakteristik ombak besar serta arus kuat, terutama saat air laut pasang. Kondisi alam yang ekstrem ini menjadikan kawasan tersebut rawan kecelakaan laut apabila tidak diwaspadai dengan serius.
Menurut keterangan di lapangan, sebelum kejadian, petugas telah melakukan sosialisasi dan memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik strategis. Namun, sejumlah pengunjung dilaporkan tetap nekat memasuki area perairan, mengabaikan imbauan keselamatan yang telah diberikan.
Tak lama kemudian, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret korban ke tengah laut. Tim SAR yang berada di lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan. Namun, derasnya arus dan ganasnya gelombang membuat korban tidak dapat diselamatkan.
Tragedi ini kembali menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya keselamatan saat berwisata, khususnya di kawasan pantai selatan yang dikenal memiliki gelombang tak menentu. Selain itu, kejadian ini juga memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan dan penegakan aturan di lokasi wisata.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa setiap imbauan keselamatan bukanlah formalitas semata, melainkan langkah preventif untuk melindungi nyawa. Diharapkan, ke depan pihak pengelola wisata bersama otoritas terkait dapat memperketat pengawasan serta meningkatkan edukasi kepada pengunjung, agar kejadian serupa tidak kembali terulang. ( Sunarto ).














