BeritaSUMATERA UTARA

Tarawih di Toba, Ustadz Horas Sihite Ulas Sejarah Ibadah di Masa Nabi dan Ajak Jamaah Bijak Sikapi Isu Zakat

×

Tarawih di Toba, Ustadz Horas Sihite Ulas Sejarah Ibadah di Masa Nabi dan Ajak Jamaah Bijak Sikapi Isu Zakat

Sebarkan artikel ini

Toba-Satupena.co.id: Umat Muslim di Desa Tambunan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, melaksanakan Sholat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan Sholat Sunnah Tarawih di , Minggu (1/3/2026). Ibadah berlangsung khusyuk dan penuh kebersamaan di awal Ramadan.

Sebelum pelaksanaan Tarawih, tausiah disampaikan oleh Ustadz Horas Sihite. Dalam ceramahnya, ia menegaskan pentingnya istiqamah dalam menjalankan sunnah dan ketaatan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Umat Islam memang banyak, namun yang memperoleh ridha Allah adalah mereka yang konsisten mengikuti sunnah Rasulullah dan menjaga ketaatan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dalam penjelasannya, Ustadz Horas mengulas sejarah Sholat Tarawih pada masa . Ia menyebut, pada awalnya Rasulullah SAW beberapa malam memimpin langsung Sholat Tarawih secara berjamaah di masjid. Namun pada malam-malam berikutnya, Nabi tidak lagi keluar untuk memimpin.

Baca juga Artikel ini :  Barang Bukti Terbesar, Polda Sumsel Tangkap 3 Gembong Narkoba, Sita 111,6 Kg Sabu dan 134 Ribu Ekstasi

Menurutnya, langkah tersebut bukan berarti meninggalkan ibadah, melainkan karena kekhawatiran Rasulullah apabila sholat malam itu diwajibkan atas umatnya. Rasulullah tetap melaksanakan qiyamul lail di rumah dengan penuh ketekunan hingga diriwayatkan kedua kakinya membengkak karena lamanya berdiri dalam sholat.

Tradisi Tarawih berjamaah kemudian kembali dihidupkan pada masa Khalifah . Saat itu, Umar menunjuk seorang imam untuk memimpin kaum Muslimin agar pelaksanaan ibadah lebih tertib dan memperkuat persatuan umat.

Baca juga Artikel ini :  Orang Tua Aldo Ramdani, Korban Dugaan Malpraktik, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo

Selain membahas sejarah Tarawih, tausiah juga menyinggung isu yang beredar di media sosial terkait pernyataan Menteri Agama mengenai zakat pada masa Nabi. Jamaah diimbau untuk menyikapi setiap informasi secara bijak, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan tabayyun sebelum mengambil kesimpulan.

Ustadz Horas juga mengajak jamaah mendoakan masyarakat di kawasan Timur Tengah yang masih dilanda konflik, khususnya di dan , agar segera diberikan kedamaian.

“Semoga kita di Indonesia tetap rukun, menjaga persatuan dan kebersamaan dalam bingkai NKRI,” katanya.

Baca juga Artikel ini :  Progres Pengerjaan Sumur Bor TMMD ke-126 Kodim 0106/Aceh Tengah Capai 50 Persen

Sholat Tarawih dipimpin oleh Imam Bani Sirkam Siregar dengan bilal Saut Sinaga. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib.

Usai Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama anak-anak tingkat SD hingga SMA serta para pemuda Desa Tambunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memperkuat keimanan selama Ramadan.

Suasana malam di Tambunan pun terasa hangat dan penuh ukhuwah, mencerminkan semangat kebersamaan warga dalam menjalankan ibadah di bulan suci. ( M. Siboro. C. ILJ ).