Redelong, Satupena.co.id: Sekretaris Daerah (Sekda) Bener Meriah, Riswandika Putra, memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepastian itu disampaikan Riswandika saat memimpin rapat teknis pengendalian inflasi di Oproom Setdakab Bener Meriah, Kamis (12/2). Rapat tersebut membahas stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi bahan pokok selama periode hari besar keagamaan nasional.
Rapat dihadiri unsur Forkopimda dan sejumlah instansi vertikal maupun perangkat daerah, di antaranya perwakilan Polres Bener Meriah, Dandim 0119/BM, Batalyon 114/SM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, BPS Bener Meriah, KPPN Cabang Takengon, Perum Bulog Takengon, serta jajaran kepala dinas terkait di lingkungan Pemkab Bener Meriah.
Dalam arahannya, Riswandika menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga tiga aspek utama, yakni stabilitas harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi.
Ia meminta seluruh pihak memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan, terutama pada komoditas strategis. Selain itu, biaya angkut dan ongkos penumpang juga diminta menjadi perhatian khusus guna mengantisipasi kenaikan tarif yang berpotensi membebani masyarakat.
“Pastikan ada rencana aksi terhadap potensi lonjakan harga dan dilaporkan secara berkala. Pengamanan jalur distribusi hingga ke tingkat kecamatan dan kampung juga harus dijaga,” ujar Riswandika.
Menurut dia, berdasarkan data dan laporan yang diterima, stok bahan pangan di Bener Meriah dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
“Untuk Kabupaten Bener Meriah, stok pangan kita untuk bulan Ramadan ini aman. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pokok,” katanya.
Selain pengendalian harga, Pemkab Bener Meriah juga akan menggelar pasar murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat. Riswandika meminta dinas terkait memastikan informasi pelaksanaan pasar murah tersosialisasi dengan baik.
“Pastikan informasi pelaksanaan pasar murah sudah tersampaikan kepada masyarakat minimal satu minggu sebelum pelaksanaan,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan agar monitoring harga dan stok dilakukan secara mingguan selama Ramadan. Setiap gejolak harga, kata dia, harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.
Langkah ini, menurut Riswandika, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi selama bulan suci hingga Idul Fitri.












