Scroll untuk baca artikel
AcehBENER MERIAHBerita

Sebulan Pasca Bencana, Warga Kampung Pantan Sinaku Masih Terisolir dan Tanpa Aliran Listrik

103
×

Sebulan Pasca Bencana, Warga Kampung Pantan Sinaku Masih Terisolir dan Tanpa Aliran Listrik

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah, Satupena.co.id- Sudah lebih dari satu bulan pasca musibah bencana alam yang melanda Kabupaten Bener Meriah pada 26 November 2025 lalu, sejumlah fasilitas umum hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga Kampung Pantan Sinaku, Kecamatan Pintu Rime Gayo, yang masih hidup dalam keterbatasan akses jalan, jembatan, dan jaringan listrik.

Pantauan di lapangan menunjukkan, hingga 30 Desember 2025, warga setempat masih menggunakan jembatan darurat sebagai satu-satunya akses keluar masuk kampung. Jembatan permanen Weh Gegaring yang menjadi urat nadi transportasi warga terputus total akibat diterjang longsor, sehingga menyebabkan Kampung Pantan Sinaku terisolir.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 09/Ketol Bantu Warga Bersihkan Lahan Pertanian Cabai

Jembatan darurat yang dibangun secara swadaya tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Itupun kondisinya sangat memprihatinkan. Saat hujan turun, jembatan kerap tertutup debit air sungai dan tidak dapat dilalui, sehingga membahayakan keselamatan warga.

Tak hanya itu, akses jalan menuju kampung juga tertutup material longsor. Hingga kini belum ada alat berat yang diturunkan untuk membuka badan jalan, sehingga warga terpaksa membersihkan sisa longsoran dengan peralatan seadanya.

Baca juga Artikel ini :  PT. Tusam Hutani Lestari Tegas dan Komitmen Kelola 87.000 Hektar Lahan Dengan Efektif" di Wilayah Aceh Tengah

Kondisi semakin diperparah dengan masih padamnya aliran listrik di kampung tersebut. Sejumlah tiang listrik tumbang akibat longsor dan hingga kini belum diperbaiki, membuat warga harus bertahan tanpa penerangan selama lebih dari sebulan.

Salah seorang warga, Ferianto, mengungkapkan harapannya agar pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan memperbaiki fasilitas yang rusak. Menurutnya, keterisolasian kampung sangat berdampak pada kehidupan dan perekonomian warga.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Beri Motivasi dan Pendampingan Ketahanan Pangan di Desa Merah Muyang

“Semoga cepat ditangani oleh pemerintah dan pihak terkait, supaya kami bisa kembali beraktivitas normal, mengeluarkan hasil tani, dan memiliki akses jalan, jembatan, serta listrik seperti sebelumnya,” ujar Ferianto.

Warga Kampung Pantan Sinaku berharap adanya perhatian serius dan tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, agar penderitaan pascabencana ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat dapat kembali pulih.

Reporter: Juansyah.