Aceh Tengah —Satupwna.co.id: Satuan Tugas (Satgas) TNI di bawah jajaran Komando Distrik Militer 0106/Aceh Tengah terus mengakselerasi pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Minggu (1/3/2026), progres fisik proyek strategis tersebut telah mencapai 65 persen.
Pembangunan jembatan sepanjang 120 meter itu menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan infrastruktur di wilayah pedalaman. Jembatan ini akan menghubungkan Desa Kala Ketol dengan Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, hingga Desa Bintang Pepara—ruas vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Pelaksanaan di lapangan dipimpin langsung oleh Danramil 09/Ketol, Kapten Inf Iwan Mulyawan, bersama empat personel TNI dari Koramil 09/Ketol. Keterlibatan prajurit dalam pengerjaan konstruksi menjadi bukti peran aktif TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah.
Di tahap pekerjaan saat ini, Satgas fokus pada pembuatan cekam hanger untuk sling atas serta pemasangan hanger—komponen krusial dalam sistem struktur jembatan gantung. Proses ini menentukan kekuatan distribusi beban dan stabilitas bentang utama jembatan.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, material konstruksi telah dimobilisasi secara bertahap ke lokasi. Tercatat 490 sak semen, puluhan batang besi tulangan berbagai ukuran, 13 truk pasir, serta lima truk kerikil dan batu split telah tersedia di titik pekerjaan.
Komponen utama seperti empat tiang pylon, sling baja ukuran 1,5 inci dan 1 inci, 16 angkur tiang, serta berbagai perlengkapan pengikat sling juga telah berada di lokasi. Ketersediaan material ini memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan teknis yang telah direncanakan.
Target penyelesaian proyek ditetapkan pada Maret 2026, dengan Satgas TNI berkomitmen menjaga ritme kerja agar rampung tepat waktu.
Meski progres terbilang positif, personel Satgas menghadapi tantangan teknis di lapangan. Ketinggian konstruksi jembatan yang mencapai sekitar tujuh meter dari permukaan air mengharuskan prajurit bekerja dengan kewaspadaan tinggi.
Selain itu, keterbatasan perlengkapan keselamatan individu menjadi perhatian tersendiri. Faktor keamanan kerja dinilai krusial mengingat pekerjaan dilakukan di atas struktur rangka baja dengan risiko tinggi.
Keberadaan Satgas TNI dalam pembangunan jembatan ini tidak hanya mempercepat konektivitas antar desa, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses yang lebih aman bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Ketol dan sekitarnya.








