Scroll untuk baca artikel
AcehBeritaPidie JayaTNI Polri

Satgas Gulbencal TNI Bersama Relawan Kemenag Langsa Gotong Royong Bersihkan MIN 4 Pidie Jaya Pasca Banjir

40
×

Satgas Gulbencal TNI Bersama Relawan Kemenag Langsa Gotong Royong Bersihkan MIN 4 Pidie Jaya Pasca Banjir

Sebarkan artikel ini

Pidie Jaya, Satupena.co.id— Pasca bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya beberapa waktu lalu, upaya pemulihan terus dilakukan demi mengembalikan aktivitas masyarakat ke kondisi normal, khususnya di sektor pendidikan. Kepedulian nyata ditunjukkan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI bersama relawan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Langsa dengan membersihkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya yang terdampak parah banjir.

Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan di MIN 4 Pidie Jaya, Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Sabtu (10/01/2026). Personel Satgas Gulbencal TNI dari Kodim 0102/Pidie, dibantu prajurit Yonif TP 836/BY dan Yonif TP 857/GG, bersama relawan Kemenag Kota Langsa bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang mengendap di lingkungan sekolah.

MIN 4 Pidie Jaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan cukup berat akibat banjir pada November lalu. Luapan air merendam hampir seluruh bangunan sekolah, menyisakan lumpur bercampur sampah yang menutupi halaman hingga ruang-ruang kelas, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan.

Baca juga Artikel ini :  Pemko Lhokseumawe Gelar Gotong Royong dalam Wujudkan Kota Cerdas dan Layak Huni

Pantauan di lokasi menunjukkan semangat tinggi para prajurit TNI, relawan Kemenag, serta dewan guru yang terlibat langsung dalam proses pembersihan. Lumpur setinggi hampir selutut orang dewasa dikeruk secara manual dari halaman sekolah hingga ke dalam ruang kelas, demi mempercepat pemulihan.

Meski menghadapi medan yang berat dan pekerjaan yang menguras tenaga, semangat para prajurit dan relawan tidak surut. Mereka bertekad membantu agar sekolah segera kembali layak digunakan, sehingga para siswa dapat kembali mengenyam pendidikan tanpa harus berlama-lama belajar di tempat darurat.

Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa kondisi MIN 4 Pidie Jaya termasuk salah satu yang paling parah terdampak banjir di wilayah tersebut.

Baca juga Artikel ini :  Hari Ketujuh Lebaran Idul fitri, Polres Aceh Tengah Perkuat Pengamanan Di Mudik dan Tempat Wisata

“Ketebalan lumpur di sekolah ini cukup ekstrem, sehingga kami mengerahkan puluhan personel TNI untuk membantu proses pembersihan. Ini adalah wujud kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan dan masa depan anak-anak,” ujarnya.

Dandim menambahkan, proses pembersihan tidak dapat diselesaikan dalam satu hari dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh area sekolah benar-benar bersih dan aman digunakan.

“Kami berharap MIN 4 Pidie Jaya segera dapat difungsikan kembali, agar anak-anak tidak terlalu lama belajar di posko-posko darurat dan hak mereka untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Langsa, Munawir Abdullah, yang turut hadir di lokasi, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kepedulian yang ditunjukkan TNI bersama relawan Kemenag.

Baca juga Artikel ini :  LSM GTI apresiasi kapolres AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K Gerak cepat menangkap pelaku pembunuhan Di Ratatotok.

“Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak. Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong TNI dan relawan Kemenag yang turun langsung membantu membersihkan MIN 4 Pidie Jaya agar aktivitas pendidikan segera kembali normal,” ungkapnya.

Dandim 0102/Pidie juga mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi terkait, serta pihak swasta untuk bersama-sama menumbuhkan kepedulian sosial dalam proses pemulihan pasca bencana.

“Pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan kebersamaan dan gotong royong, fasilitas umum, tempat ibadah, serta rumah warga yang terdampak banjir dapat kembali berfungsi seperti sediakala,” pungkasnya.

Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Pidie Jaya, khususnya di sektor pendidikan, sehingga generasi muda tetap dapat menatap masa depan dengan penuh harapan pasca bencana.
(Ismed)