Scroll untuk baca artikel
AcehBeritaLANGSAPemerintah

Puluhan Ribu Buku di Pustaka Langsa Hanyut Terendam Banjir

14
×

Puluhan Ribu Buku di Pustaka Langsa Hanyut Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini

Langsa, Satupena.co.id.- Puluhan ribu buku di perpustakaan Kota Langsa hanyut terendam banjir pascabencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 lalu.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa, Jeffrany, SSTP menyebutkan di perpustakaan Kota Langsa terdapat kurang lebih 70 ribuan buku.

“Pada November 2025 lalu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa turut kebanjiran, sekira 90% buku yang tersedia hanyut terendam banjir,” ujar Jeffrany, Senin, (12/01/2026).

Baca juga Artikel ini :  Hakim PN Jakarta Pusat Vonis Tiga Bulan Percobaan untuk Satu Keluarga Pengeroyok Mantan Puteri Indonesia Favorit 2010

“Hingga kini belum dapat dipastikan jumlah buku yang terendam, masih ada sekitar 10% yang diselamatkan, namun kondisinya juga tidak layak dan pengadaan buku baru,” terangnya.

Komputer dan meja pelayanan perpustakaan juga terendam banjir, sementara ini pustaka Langsa hanya melayani pengembalian buku dari peminjam, sementara untuk meminjam buku belum dapat berjalan.

Baca juga Artikel ini :  Pengusaha Rental Asal Pidie Dianiaya di Aceh Tengah Usai Diteriaki Maling, Ini Penjelasan Polisi

Jeffrany juga menyebutkan, selain buku, arsip juga banyak yang terdampak banjir. Tim arsip saat ini sedang melakukan verifikasi kelayakan arsip yang masih dapat diselamatkan. Tim juga melakukan upaya penyelamatan arsip kepada semua OPD di Kota Langsa.

“Hingga kini, tim sedang berkoordinasi pada dinas-dinas, upaya pendataan arsip pada semua OPD di Kota Langsa,” papar Jeffrany.

Baca juga Artikel ini :  GELAR HALAL BIHALAL KAJARI BIREUEN BERPESAN : "CINTAILAH SAUDARAMU SEBAGAIMANA ENGKAU MENCINTAI DIRI SENDIRI

Sementara itu, sambung Jeffrany, Pustakawan sedang melakukan pendataan terhadap pustaka Gampong dalam wilayah Kota Langsa.

Pelayanan masih sangat terbatas, alat-alat kerja seperti meja, kursi dan komputer banyak rusak, banjir lalu rak buku hampir seluruhnya terendam.

“Dengan keterbatasan alat kerja yang tersedia, saat ini ASN bekerja di lantai menggunakan alas seadanya,” demikian tutup Jeffrany.