AcehBeritaGayo LuesPeristiwaTNI Polri

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Dokter Shanti Astuti dalam Waktu Kurang dari 2×24 Jam

×

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Dokter Shanti Astuti dalam Waktu Kurang dari 2×24 Jam

Sebarkan artikel ini

Pelaku yang merupakan tetangga korban ditangkap di Blangkejeren, polisi segera gelar konferensi pers ungkap motif

Gayo Lues –Satupena.co.id: Aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap seorang dokter, dr. Shanti Astuti, dalam waktu kurang dari 2×24 jam setelah peristiwa tragis tersebut terjadi di Kabupaten Gayo Lues.

Pelaku diketahui merupakan tetangga korban dan berhasil diamankan di wilayah Kota Blangkejeren tanpa perlawanan.

“Alhamdulillah pelaku berhasil diringkus di seputaran Kota Blangkejeren. Pelaku merupakan tetangga korban,” ujar Kasi Humas Polres Gayo Lues, Iptu Rahmansyah Pinim, Selasa (24/3/2026).

Meski pelaku telah ditangkap, pihak kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian. Polisi berencana menyampaikan informasi secara rinci melalui konferensi pers dalam waktu dekat.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres dan Bupati Pidie Jaya Hadiri Prosesi Peusijuk Pimpinan Baru Ponpes Darul Munawwarah

“Untuk informasi detail, mohon waktu karena akan digelar konferensi pers,” tambahnya.

Korban, dr. Shanti Astuti, diketahui merupakan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Uring, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Selain menjalankan tugas sebagai dokter, korban juga membuka praktik umum di kediamannya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren.

Sebelumnya, warga setempat digegerkan dengan penemuan jasad korban di dalam rumahnya pada Sabtu (21/3/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar lantai dua dengan posisi terlentang dan kepala tertutup kain selimut.

Baca juga Artikel ini :  Kapolsek Darul Ihsan Tunjukkan Kepedulian, Bantu Warga Korban Rumah Ambruk Akibat Hujan dan Angin Kencang

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh adik kandung korban, Norman, yang datang ke rumah untuk bersilaturahmi menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Menurut keterangan saksi, ia datang ke rumah korban sekitar pukul 09.30 WIB. Saat tiba, pintu belakang rumah sudah dalam kondisi terbuka sedikit,” ungkap Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu Muhammad Abidinsyah, Minggu (22/3/2026).

Baca juga Artikel ini :  Danrem 012/TU : Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan hidup

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal tersebut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat tindak pembunuhan.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian guna mengungkap motif serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sembari menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Hayo mau copy paste ya