Kota Langsa –Satupena.co.id: Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Kota (Pemko) Langsa mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok melalui kegiatan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah yang mulai digelar pada Jumat (13/03/2026).
Program ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan. Sejak pagi hari, warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kegiatan Pasar Murah yang digelar oleh Pemko Langsa dilaksanakan di Tribun Lapangan Merdeka dan turut mendapat dukungan dari Polri melalui Polres Langsa. Pada saat yang sama, TNI melalui Kodim 0104/Aceh Timur juga menyelenggarakan kegiatan serupa di Stadion Langsa sebagai bagian dari agenda serentak bersama Bulog yang dilaksanakan di berbagai daerah.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Langsa, Harris Gusnally, menyampaikan bahwa Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan laju inflasi serta mengantisipasi potensi kerawanan pangan menjelang Idul Fitri, terlebih setelah wilayah tersebut sempat terdampak bencana hidrometeorologi pada November lalu.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok. Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah untuk selalu hadir membantu masyarakat,” ujar Harris.
Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Langsa berlangsung selama tiga hari, yakni pada 13, 15, dan 16 Maret 2026. Dalam kegiatan ini, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) dengan harga subsidi, di antaranya beras premium 10 kilogram seharga Rp97.000, minyak goreng 2 liter Rp34.000, gula pasir 2 kilogram Rp28.000, serta telur ayam per papan Rp46.000.
Setelah pembukaan pada hari ini di Tribun Lapangan Merdeka, kegiatan Pasar Murah selanjutnya akan digelar pada 15 Maret 2026 di Pasar Langsa Lama, Gampong Pondok Pabrik. Kemudian pada 16 Maret 2026, kegiatan dilanjutkan di Pasar Tradisional Langsa Baro, Gampong Geudubang Aceh.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Langsa, Ernie Yanti, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah juga dilaksanakan di Tribun Lapangan Merdeka Kota Langsa mulai 13 hingga 15 Maret 2026 dengan menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Beberapa komoditas yang dijual antara lain telur ayam Rp46.000 per papan, tomat Rp7.000 per kilogram, cabai rawit Rp27.000 per kilogram, cabai hijau Rp15.000 per kilogram, cabai merah Rp23.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, serta bawang putih Rp27.000 per kilogram.
Menurut Ernie, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar dan merata.
“Dengan subsidi harga hingga Rp10.000, Pemko Langsa berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak dan tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung agar manfaat program ini dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat Kota Langsa diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan lebih tenang, nyaman, serta penuh keberkahan.









