AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Pembangunan Jembatan Bailey Lukup Sabun Barat Capai 62 Persen, Diharapkan Permudah Akses Enam Desa di Aceh Tengah

×

Pembangunan Jembatan Bailey Lukup Sabun Barat Capai 62 Persen, Diharapkan Permudah Akses Enam Desa di Aceh Tengah

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah –Satupena.co.id:  Progres pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, hingga Sabtu (7/3/2026) telah mencapai 62 persen. Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh personel TNI bersama masyarakat guna memperlancar akses transportasi bagi sejumlah desa di wilayah tersebut.

Pembangunan jembatan yang berada di titik koordinat 4°37’17.6″N 96°43’14.6″E ini menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kute Panang. Jembatan Bailey tersebut memiliki tipe 3-1 dengan panjang 20 meter atau setara dengan 10 petak rangka jembatan.

Baca juga Artikel ini :  Satgas TNI Lakukan Rehabilitasi SMPN 26 Takengon Pasca Longsor dan Banjir Bandang di Linge

Adapun ruas jalan yang akan dilayani oleh jembatan ini meliputi Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah, hingga Desa Lukup Sabun Barat di Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah.

Baca juga Artikel ini :  Keuchik Gampong Seunubok Tuha Serahkan Santunan: Wujud Kepedulian untuk Anak Yatim-Piatu

Dalam proses pengerjaannya, pembangunan jembatan melibatkan sejumlah personel yang terdiri dari 4 orang anggota Kodim 0106/Aceh Tengah, 13 personel dari Yon Zipur 16/DA, serta dibantu oleh dua orang masyarakat setempat.

Pada tahap pekerjaan saat ini, tim di lapangan tengah melaksanakan proses perakitan lantai jembatan Bailey sebagai bagian dari tahapan konstruksi. Pembangunan jembatan ini ditargetkan dapat rampung pada Maret 2026.

Baca juga Artikel ini :  Dr. Iswadi, M.Pd.: Pendidikan, Kunci Menuju Kemandirian Bangsa

Keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mempercepat akses transportasi antar desa yang selama ini mengalami keterbatasan akibat kondisi infrastruktur yang belum memadai.

Selain itu, sinergi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan jembatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan infrastruktur desa, khususnya di wilayah pedalaman Aceh Tengah.