Takengon-satupena.co.id
Jalan menuju kampung kute reje dan delung sekinel kemukiman wih dusun jamat tertimbun longsor sejak tanggal 2 april lalu, namun hingga kini belum ada penangan serius dari pemerintah setempat.
Namtara Linge mengatakan titik jalan tertimbun longsor tepat nya di bur buder dusun tekur kampung delung sekinel, penyebab nya karena intensitas curah hujan tinggi sehingga jalan tertimbun longsor, setelah gotong royong malam nya kembali tertimbun tumpukan tanah.
“Sebelum nya untuk penanganan longsor tersebut sudah di laporkan ke dinas terkait, namun hingga kini alat berat belum di turunkan ke lokasi. Sehingga aparatur desa dan masyarakat dua desa tersebut melakukan pembersihan longsor dengan cara gotong royong secara manual, termasuk forkopimcam hadir membersamai gotong di hari pertama”, terang Namtara Linge.
Namtara Linge mendesak kepada pemda jangan asyik dengan acara ceremonial segera turunkan alat berat berupa exavator untuk membersihkan material longsor di badan jalan, bahkan kalau bisa karena kecamatan Linge daerah nya luas agar di stanbay kan 1 unit alat berat di musim penghujanpenghujan agar masyarakat tidak terisolir.
Kepada kalaksana BPBD aceh Tengah jangan terlalu sering buat alasan klasik, seperti sekarang alat berat tidak bisa di turunkan karena tidak ada sopir trado, dengan alasan sopir trado mudik ini agak keliru seharus nya ada yang stanbay di tempat. Kemudian juga jembatan linge, keluluhen dan kenaiken rencana nya akan di kerjakan di bulan puasa namun hingga kini belum terlaksana padahal pemenang tender sudah di umumkan bulan februari lalu, papan proyek sudah terpasang kenapa belum di kerjakan hingga sekarang, tegas Namtara.