Lhokseumawe – Satupena.co.id: Menjelang 20 Ramadhan 1447 H, antusiasme masyarakat Kota Lhokseumawe untuk mendapatkan Kanji Rumbi di Masjid Agung Islamic Centre terus meningkat. Setiap sore, warga dari berbagai penjuru kota datang untuk mengambil hidangan khas Aceh tersebut sebagai menu berbuka puasa. Selasa (10/3/2026).
Tradisi pembagian Kanji Rumbi di Masjid Agung Islamic Centre telah menjadi agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan. Tahun ini, panitia menyediakan sekitar 650 porsi Kanji Rumbi setiap harinya bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa.
Bagi masyarakat Aceh, Kanji Rumbi bukan sekadar bubur biasa. Hidangan ini memiliki nilai tradisi dan budaya yang kuat. Konon, tradisi memasak Kanji Rumbi telah ada sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam, di mana makanan tersebut dahulu disajikan untuk para raja serta tamu-tamu kehormatan kerajaan.
Ketua panitia, Fauzi, S.Sos., kepada awak media menyampaikan bahwa dana pembuatan Kanji Rumbi berasal dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui dukungan wali kota dan wakil wali kota, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak swasta, perbankan, pedagang, rumah sakit, sekolah, hingga partisipasi masyarakat.
“Setiap sore kami memasak Kanji Rumbi sebanyak tiga dandang untuk dibagikan kepada masyarakat. Bagi warga yang ingin mengambil, silakan datang ke Masjid Agung Islamic Centre sekitar pukul 17.00 WIB. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membawa wadah sendiri karena panitia tidak menyediakan tempat,” ujar Fauzi.
Sementara itu, salah seorang warga Lhokseumawe, Tgk Abdullah, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Kanji Rumbi yang dibagikan memiliki cita rasa khas dengan aroma rempah-rempah yang kuat.
“Kami warga Lhokseumawe sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan panitia yang telah memasak Kanji Rumbi dengan rasa yang luar biasa. Saya sendiri hampir tidak pernah absen untuk mengambilnya. Selain rasanya lezat, Kanji Rumbi juga dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh,” kata Abdullah.
Pembagian Kanji Rumbi ini tidak hanya menjadi tradisi kuliner Ramadhan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Lhokseumawe.
Jurnalis: Faisal Mubarak.









