AcehACEH TAMIANGBeritaPemerintah

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Langsung Lokasi Bencana di Aceh Tamiang, Pastikan Penanganan Berjalan Optimal

×

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Langsung Lokasi Bencana di Aceh Tamiang, Pastikan Penanganan Berjalan Optimal

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Percepat Pemulihan, Salurkan Bantuan dan Siapkan Hunian Tetap bagi Warga Terdampak

Aceh Tamiang – Satupena.co.id:
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., bersama Wakil Bupati Ismail, SE.I., mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam kunjungan kerja meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah titik, yakni Desa Lubuk Sidup, Kampung Tanjung Gelumpang, dan Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Sabtu (04/04/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian langsung pemerintah pusat dalam memastikan percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh Tamiang.

Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendagri yang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan penting dalam mempercepat proses rehabilitasi daerah terdampak.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Menteri Dalam Negeri yang terus memantau dan mendukung proses pemulihan di Aceh Tamiang,” ujar Armia.

Baca juga Artikel ini :  Menjelang Bulan Suci Ramadan Polres Pidie Gelar Baksos Polri Presisi

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa penanganan bencana menunjukkan perkembangan positif. Hal ini ditandai dengan menurunnya jumlah pengungsi secara signifikan dibandingkan saat awal kejadian.

“Seluruh unsur bergerak cepat sesuai arahan Presiden. Pemerintah akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” kata Tito.

Ia juga menekankan bahwa perhatian khusus diberikan kepada wilayah dengan dampak terparah, khususnya di Kecamatan Sekerak, di mana masih terdapat warga yang bertahan di tenda pengungsian.

“Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bantuan uang lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari, bantuan perabotan Rp3 juta, serta bantuan ekonomi Rp5 juta per kepala keluarga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tito menyampaikan bahwa pemantauan langsung ke lapangan akan terus dilakukan guna memastikan seluruh kendala dapat segera diatasi.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Aceh Tengah, Hadiri Pelaksanaan Pasar Murah Di Kecamatan Silih Nara

“Di Lubuk Sidup, hunian sementara telah selesai dibangun, namun masih terkendala listrik dan air bersih. Sementara di Sekumur, pembangunan sempat terhambat akibat longsor yang menutup akses jalan. Kami berharap pekerjaan dapat segera dilanjutkan,” ungkapnya.

Terkait pembangunan hunian tetap (huntap), Tito menjelaskan bahwa wilayah Sekumur termasuk kawasan rawan sehingga memerlukan penanganan khusus. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang tengah mengupayakan pemanfaatan lahan HGU PT Seumadam sebagai lokasi pembangunan huntap.

“Jika lahan sudah clear, pembangunan huntap akan segera dilaksanakan oleh kementerian terkait. Targetnya sekitar tiga bulan setelah kesiapan lahan dan data terpenuhi. Masyarakat tidak perlu khawatir karena telah tersedia hunian sementara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 185 kepala keluarga di Kampung Lubuk Sidup dan 276 kepala keluarga di Kampung Sekumur. Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan tunai, paket sembako, perlengkapan dapur, toren air, serta perlengkapan ibadah.

Baca juga Artikel ini :  TNI Polri Dan Damkar Padamkan Kebakaran Di Pidie Jaya

Di sisi lain, Kepala Pos Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa penyaluran 1.000 paket dapur merupakan bagian dari program Paket Hidup Dasar guna mendorong kemandirian pangan masyarakat terdampak.

Selain itu, pemerintah juga berencana membangun sumur bor di sejumlah titik sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi, khususnya di Kampung Lubuk Sidup dan Sekumur.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, serta memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara optimal. (D.Yogi.S)

Hayo mau copy paste ya